JEMBRANA – Pemerintah mulai mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali, menjadi kawasan industri perikanan modern dan terintegrasi.
Proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai sedikitnya Rp1,2 triliun itu ditandai peletakan batu pertama pada Selasa (29/9). Pengembangannya diproyeksikan membuka peluang kerja hingga 25 ribu orang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta peluang kerja tersebut diprioritaskan bagi masyarakat Bali.
“Diprediksi kira-kira sekitar 25 ribu orang. Saya minta sebaiknya pelaku yang bekerja di sini orang Bali, supaya mereka mendapat pekerjaan, dilatih dan dididik dengan baik,” ujar Trenggono.
PPN Pengambengan juga disiapkan untuk mendukung aktivitas kapal-kapal besar, termasuk kapal penangkap tuna yang selama ini beraktivitas di Pelabuhan Benoa.
Trenggono mengatakan pembangunan kawasan harus terintegrasi dengan industri perikanan modern dan pariwisata.
“Selain menjadi bagian dari pengembangan ekonomi, kawasan ini diharapkan menggabungkan industri perikanan modern dengan pariwisata,” katanya.
Bagi nelayan lokal, pengembangan pelabuhan diharapkan menjadi solusi saat musim paceklik.
Anan, nelayan kapal selerek yang telah 11 tahun melaut, mengatakan fasilitas seperti cold storage dan perbaikan kapal dapat membuka pekerjaan alternatif ketika nelayan tidak bisa melaut.
“Tidak perlu menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan. Ada lapangan pekerjaan, khususnya untuk penduduk lokal,” ujarnya.
Nelayan lainnya, I Ketut Sumajaya, menyebut pembangunan pelabuhan modern sudah dinantikan sejak 2020. Selama ini, pendangkalan kolam labuh menyulitkan proses bongkar muat ikan.
“Kami berharap dengan adanya pelabuhan modern, nelayan lebih mudah melakukan bongkar muat dan mendistribusikan ikan ke pabrik maupun pengepul,” kata Sumajaya.






