Produksi Beras Nasional 2025 Melonjak 13,29 Persen, BPS Catat Kinerja Pertanian Makin Solid

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani sawah panen padi (dok. rentak.id)

Petani sawah panen padi (dok. rentak.id)

JAKARTA – Produksi beras nasional sepanjang 2025 mencatatkan kinerja gemilang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras Indonesia pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, melonjak 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kenaikan produksi beras tersebut sejalan dengan tren positif produksi padi nasional sepanjang 2025.

“Produksi beras sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka ini meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).

Angka tetap yang dirilis BPS ini juga sejalan dengan proyeksi lembaga internasional. Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memprediksi produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton pada 2025.

Dari sisi hulu, kinerja produksi padi nasional turut menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang Januari–Desember 2025, produksi padi tercatat mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen dibandingkan tahun 2024.

Ateng menjelaskan, pada Desember 2025 saja, produksi padi mencapai 2,44 juta ton GKG, naik 22,23 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 2,0 juta ton GKG. “Dengan demikian, total produksi padi sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG,” jelasnya.

Peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari membaiknya produktivitas nasional. Sepanjang 2025, rata-rata produktivitas padi dalam kualitas gabah kering panen (GKP) tercatat sebesar 63,55 kuintal per hektare, sementara produktivitas gabah kering giling (GKG) mencapai 53,18 kuintal per hektare.

Selain produktivitas, perluasan luas panen juga menjadi faktor pendorong. BPS mencatat, luas panen padi nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 12,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki awal 2026, BPS juga melihat potensi produksi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, naik 2,41 juta ton GKG atau 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, potensi produksi beras pada Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton, meningkat sekitar 1,39 juta ton atau 15,79 persen dibandingkan Januari–Maret 2025.

“Angka Januari–Maret 2026 ini masih bersifat potensi dan dapat berubah, tergantung kondisi pertanaman di lapangan, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pergeseran waktu panen oleh petani,” terang Ateng.

Secara spasial, potensi panen padi pada awal 2026 terkonsentrasi di sejumlah sentra produksi utama, terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Selain itu, potensi panen juga tersebar di beberapa provinsi di Sumatra, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Secara keseluruhan, Kementerian Pertanian menilai capaian produksi beras sepanjang 2025 menjadi indikator kuat membaiknya kinerja sektor pertanian nasional. Kenaikan produksi yang ditopang oleh peningkatan produktivitas dan luas panen diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas pasokan beras di tengah tantangan iklim dan dinamika produksi ke depan.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB