RENTAK.ID – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di beberapa wilayah sepanjang Februari 2025.
Operasi ini membuahkan hasil signifikan dengan total barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja senilai Rp1,273 miliar dan menyelamatkan 7.894 jiwa dari jerat barang haram tersebut.
Kepala Ditresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Wijaya, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pihaknya berhasil mengungkap empat kasus besar yang melibatkan jaringan antar kota.
“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras personel dalam memberantas peredaran narkotika di Sulawesi Selatan. Kami terus berkomitmen untuk menekan peredaran barang haram ini di masyarakat,” ujar Kombes Andi, Selasa (25/2/25).
Rangkaian Penangkapan
Kasus pertama terjadi pada 3 Februari 2025 di Kota Makassar. Polisi menangkap MG (25) dan MJ (21) di Jalan Pabentengan, Kecamatan Tamalate, dengan barang bukti 172,4528 gram sabu.
Keduanya diduga kuat sebagai kurir jaringan antar kota. “Modus pelaku menggunakan sistem tempel di sejumlah titik yang sudah disepakati dengan bandar. Kami terus mendalami jaringan di atasnya,” tambah Kombes Andi.
Selanjutnya, pada 22 Februari 2025, polisi membongkar dua kasus sekaligus di Kabupaten Sidrap. AS (32) ditangkap di Jalan Poros Baranti dengan sabu seberat 143,9257 gram.
Di hari yang sama, AR (20) diamankan di Dusun Talorong, Desa Lombo, dengan barang bukti 9 gram sabu.
“Meski barang bukti AR lebih kecil, perannya cukup penting sebagai pengedar di tingkat desa,” jelasnya.
Peran Teknologi dalam Penangkapan
Dalam operasi ini, Ditresnarkoba Polda Sulsel menggunakan teknologi pelacakan komunikasi dan jaringan transaksi digital untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Kami berupaya memanfaatkan teknologi untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika,” tambah Kombes Andi.
Peringatan untuk Masyarakat
Polda Sulsel mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kombes Andi menegaskan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam pemberantasan narkotika.
“Kerja sama antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba,” tegasnya.
Dengan pengungkapan ini, Ditresnarkoba Polda Sulsel berkomitmen terus memperkuat operasi pemberantasan narkotika demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan.***






