RENTAK.ID – Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Aria Bima, mengungkapkan apresiasi terhadap kinerja keuangan PT PLN (Persero) yang berhasil meningkat di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR RI dengan PLN, yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (3/4/2024).
“Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dan juga atas capaian bisnis perseroan sepanjang 2023. Serta mendorong PLN memastikan ketersediaan, keandalan dan ketahanan energi listrik termasuk meningkatkan layanan kepada pelanggan melalui inovasi dan transformasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Aria dikutip Jumat (5/4/2024)..
Menyusul pernyataan Aria, Anggota Komisi VI DPR RI, Evita Nursanty, menekankan bahwa PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah berhasil memperbaiki kinerjanya, mencatat laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Saya ingat ketika pertama masuk ke Komisi VI periode ini, pada tahun pertama dan kedua, raport PLN merah. Tapi, Alhamdulillah, dari apa yang disampaikan tadi, PLN saat ini bisa meraih laba, bahkan berlipat dari apa yang dicapai sebelumnya. Bahkan, saya juga baca PLN mampu meraih berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Evita.
Evita juga menekankan perlunya PLN untuk terus meningkatkan kinerjanya, terutama dalam menyediakan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Saya ingin PLN juga fokus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi demi mewujudkan sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambah Evita.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa peningkatan laba yang berhasil diraih oleh perusahaan tidak lepas dari transformasi yang telah dilakukan. Melalui transformasi tersebut, PLN berhasil meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional serta keuangan perusahaan.
“Kami menata seluruh proses bisnis, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Hasilnya di tengah volatilitas kurs dan keadaan makro ekonomi yang tidak kondusif, PLN berhasil meningkatkan penjualan, meningkatkan EBITDA, menjaga arus operasi kas, bahkan mampu meningkatkan Return of Invested Capital,” jelas Darmawan.
Berbagai upaya yang dilakukan di bawah kepemimpinan Darmawan berhasil mencetak rekor laba tertinggi sepanjang sejarah PLN, dengan laba meningkat dari Rp 5,99 triliun pada 2020, menjadi Rp 13,17 triliun pada 2021, dan meningkat lagi menjadi Rp 14,41 triliun pada 2022.
“Untuk laba tahun 2023, saat ini masih proses audit. Kami optimis bisa kembali mencatat laba tertinggi sepanjang sejarah kembali,” tambah Darmawan.
PLN juga melakukan proactive debt management dengan percepatan pembayaran utang dan konversi pinjaman, yang berhasil menurunkan saldo utang sebesar Rp 55 triliun sejak tahun 2019, sambil tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. ***













