PKS: Indonesia Harus Tegas Tolak Penjajahan Israel dan Rencana Relokasi Paksa Warga Palestina

- Penulis

Minggu, 2 Februari 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina mengungsi ke Jalur Gaza selatan di Jalan Salahuddin di Bureij, Jalur Gaza, 10 November 2023. Foto: AP/Fatima Shbair

Warga Palestina mengungsi ke Jalur Gaza selatan di Jalan Salahuddin di Bureij, Jalur Gaza, 10 November 2023. Foto: AP/Fatima Shbair

JAKARTA – Fraksi PKS di DPR RI kembali menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menolak segala bentuk penjajahan dan membela hak bangsa yang tertindas, khususnya Palestina.

Anggota Komisi I DPR RI dari PKS, Sukamta, menegaskan bahwa sikap ini sejalan dengan konstitusi Indonesia.

“Konstitusi kita sudah jelas: kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Maka, kita tidak boleh ragu dalam mendukung Palestina merdeka dan menolak penjajahan Israel,” ujar Sukamta, Minggu (2/2/2025).

Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan satu tahun tragedi genosida di Gaza akibat agresi Israel.

Isu ini semakin memanas setelah laporan Middle East Monitor mengungkapkan rencana Presiden AS terpilih, Donald Trump, untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir.

Menurut Sukamta, ini adalah bentuk pembersihan etnis terselubung yang ingin melegitimasi pengusiran massal rakyat Palestina.

“Ini bukan sekadar penjajahan, tapi upaya sistematis untuk menghapus bangsa Palestina dari peta dunia. Jika dunia diam saja, kita sedang menyaksikan sejarah kelam berulang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran AS dalam mendukung Israel, baik secara diplomatik, militer, maupun ekonomi. Washington disebutnya terus memasok senjata yang digunakan untuk menghancurkan Gaza, sambil menekan negara-negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Amerika membatasi imigrasi ke negaranya sendiri, tapi di saat yang sama ingin mengusir warga Palestina dari tanah leluhurnya. Ini standar ganda yang sangat nyata. Kita tidak boleh membiarkan Nakba terulang kembali,” lanjut Sukamta, merujuk pada pengusiran massal warga Palestina pada 1948.

Sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS, ia menyerukan agar Indonesia dan dunia bersikap lebih tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk pembersihan etnis yang dilakukan secara sistematis. ***

Penulis : rizal

Editor : ameri

Berita Terkait

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:03 WIB

AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura

Berita Terbaru