Perkuat Ketahanan Pangan, BULOG Paparkan Capaian 2025 dan Agenda 2026

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani paparkan capian tahun 2025 (foto. lazir)

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani paparkan capian tahun 2025 (foto. lazir)

JAKARTA – Perum BULOG memaparkan capaian kinerja strategis sepanjang 2025 sekaligus mengumumkan arah kebijakan utama tahun 2026 dalam Konferensi Pers Awal Tahun yang digelar di Kantor Pusat Perum BULOG, Jumat (2/1/2026).

Paparan ini menegaskan peran BULOG sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung Asta Cita Pemerintah menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi fase krusial dalam penguatan peran BULOG di seluruh rantai pangan nasional, mulai dari hulu hingga hilir.

“Tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran BULOG sebagai stabilisator pangan nasional. Fokus kami jelas: melindungi petani, menjaga cadangan pangan, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang stabil dan terjangkau,” ujar Ahmad Rizal.

Serapan Gabah Tertinggi Sepanjang Sejarah

Hingga 31 Desember 2025, BULOG mencatat pengadaan beras nasional setara beras mencapai 3.191.969 ton, yang berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Capaian ini menjadi fondasi strategis penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga keberlanjutan pendapatan petani.

Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Menurut Ahmad Rizal, capaian ini merupakan hasil kehadiran aktif BULOG di lapangan.

“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” tegasnya.

Selain beras, BULOG juga mengamankan pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri dari 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial, guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Distribusi dan Stabilitas Harga

Di sisi distribusi, BULOG menyalurkan Bantuan Pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Sementara penyaluran SPHP Beras mencapai 803 ribu ton dan SPHP Jagung sebesar 51.211 ton, yang berperan penting dalam menahan gejolak harga di tingkat konsumen.

“Intervensi pasar melalui SPHP kami lakukan secara terukur dan terawasi, agar stabilitas harga terjaga tanpa merusak mekanisme pasar,” jelas Ahmad Rizal.

BULOG juga berperan aktif dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri, hingga mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Hingga akhir 2025, stok PSO BULOG tercatat 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah sempat mencapai stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.

Respons Bencana dan Kesiapsiagaan Pangan

Dalam kondisi darurat, BULOG menyalurkan bantuan bencana pangan sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan tersedia cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Memasuki 2026, BULOG mendapat penugasan strategis untuk menyerap 4 juta ton setara beras, 1 juta ton jagung, serta 35 persen DMO minyak goreng untuk tiga BUMN Pangan. Selain itu, BULOG akan menyalurkan 720 ribu ton Bantuan Pangan bagi 18 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) selama empat bulan, serta 1,5 juta ton Beras SPHP melalui GPM dan pengecer.

“Target ini adalah amanah besar untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, harga tetap terjaga, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” ujar Ahmad Rizal.

BULOG juga merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen sebagai investasi strategis untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah hasil produksi petani.

Dengan capaian solid sepanjang 2025 dan langkah terarah di 2026, Perum BULOG menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan stabilisasi pangan nasional, sejalan dengan visi besar Asta Cita Pemerintah.

Penulis : lazir

Editor : guntar

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru