RENTAK.ID | Perayaan Imlek di Kediaman Tokoh Tionghoa Sumut dr.Indra Wahidin berlangsung penuh dengan suka cita, terkhusus bagi masyarakat Tionghoa Sumatera Utara.
Indra Wahidin seperti tahun sebelumnya menyemarakkannya dengan mengundang tamu dari lintas agama, tampak hadir Pj Gubernur Sumut Hasanudin dan Ketua MUI Medan
Hasan Mahsum.
Tamu kehormatan itu Berkumpul dengan keluarga besarnya agar Imlek bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Tionghoa saja, juga sebagai bentuk menjalin keharmonisan keberagaman di Sumatera Utara.
Indra Wahidin mengatakan bahwa tahun ini juga sangat spesial karena bisa merayakan Imlek juga pada saat Imlek ditangguhkan sebagai hari libur sedunia oleh PBB.
.”Untuk perayaannya tidak ada hal-hal yang khusus karena ini murni sebagai silaturahmi. Kami mengundang tokoh-tokoh masyarakat yang lain termasuk gubernur dan lain-lain,” ujar pengurus INTI yang di kenal dermawan itu di kediamannya, Sabtu (10/2/2024).
Ditengah semarak menyambut perayaan Imlek, Indra juga menyampaikan rasa semangat menyambut Pemilihan Umum yang tinggal hitungan hari.
Indra berpesan, agar masyarakat Sumatera Utara bisa tenang dalam mengikuti pemilu dan sukses dengan presiden yang baru tanpa ada senggolan-senggolan ataupun perpecahan.
”Saya ingatkan kepada masyarakat tionghoa agar tidak golput,” imbaunya.
Menyambut tahun Naga Kayu, bagi Indra tidak ada pemaknaan khusus, baginya setiap tahun adalah pengharapan yang baik.
”Ya kalau bagi saya tiap tahun itu adalah keberuntungan baik itu tanggal dan lain-lain yang penting kita berdoa dan kita berupaya kalau tahunnya bagus orangnya duduk aja saya Saya kira dia tidak mungkin rezeki turun dari langit sendiri,” ungkapnya.
Hasan Mahsum ketua MUI Medan t menyampaikan arti keluarga besar sebagai sesama manusia dan warga negara Indonesia.
”Arti keluarga besar itu persaudaraan ,ada persaudaraan aqidah dan ada persaudaraan sebangsa, beliau ini sebangsa sama saya dan ada persaudaraan juga sesama manusia kita saling menghormati dan menghargai tapi dalam hal ini beliau mengundang saya untuk perayaan Imlek yang tidak ada hubungannya dengan ibadah-ibadah tertentu,”
Menurutnyasaling menghormati dalam perayaan setiap umat adalah pergerakan yang luar biasa dan harus tetap dilanjutkan untuk anak cucu kelak.”Hal ini merupakan suatu gerakan yang luar biasa, sudah terbangun lama dan akan terus kita pelihara di Sumatera Utara” Pungkasnya.***
Penulis : Bahar













