JAKARTÀ – Pengamat Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi, menyatakan bahwa swasembada beras di Indonesia secara matematis memungkinkan untuk dicapai.
Hal ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kebutuhan beras nasional sekitar 31,2 juta ton per tahun.
“Nah, produksi beras kita di tahun 2023 mencapai 31,1 juta ton. Sementara itu, data produksi dan konsumsi di tahun 2024 tidak jauh berbeda. Melihat upaya pemerintah dalam menggalakkan ekstensifikasi dan intensifikasi, serta kerja sama dengan TNI, seharusnya tambahan 100.000 ton bisa terpenuhi,” ujar Prima Gandhi, Sabtu (1/2/2025).
Namun, ia menekankan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam mencapai swasembada beras secara berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan lahan, kualitas input pertanian seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), akses terhadap teknologi pertanian, perubahan iklim, serta infrastruktur yang masih terbatas.
“Yang paling penting adalah political will pemerintah. Kebijakan produksi harus konsisten dan tidak justru menghancurkan infrastruktur pertanian yang sudah ada,” tegasnya.
Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan dan swasembada beras di Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuka lahan pertanian baru melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, menyediakan input pertanian berkualitas, serta memastikan akses permodalan bagi petani.
“Jika petani memiliki akses terhadap permodalan yang memadai, maka mereka bisa lebih leluasa meningkatkan produksi. Dampaknya, produksi komoditas pertanian, termasuk beras, akan meningkat,” tambahnya.
Pemerintah Prabowo juga memiliki target besar dalam mencapai swasembada beras. Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, seperti alih fungsi lahan, kerusakan lahan akibat erosi dan penggunaan pupuk kimia berlebihan, dampak perubahan iklim, serta ketergantungan pada impor beras.
Sebagai solusi, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup pengembangan lahan pertanian baru, peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian modern, pengembangan varietas padi unggul, perbaikan sistem irigasi, serta penguatan industri pengolahan beras.
“Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, saya yakin swasembada beras bisa dicapai dalam waktu dekat,” tutup Prima Gandhi.
Penulis : rizal
Editor : ameri













