Pemerintah Targetkan Swasembada Pangan 2025, Bulog Siap Serap 3 Juta Ton Beras

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pangan, Bapak Zulkifli Hasan  dan Direktur Utama Perum BULOG, Wahyu Suparyono saat cek.stok beras. (dok. Bulog)

Menko Pangan, Bapak Zulkifli Hasan dan Direktur Utama Perum BULOG, Wahyu Suparyono saat cek.stok beras. (dok. Bulog)

JAKARTA – Pemerintah semakin mempertegas komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan dengan menargetkan penyerapan 3 juta ton gabah setara beras hingga April 2025.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Perum Bulog harus segera menyerap hasil panen petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) guna menjaga stabilitas pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, kita sudah sepakat untuk menyerap beras sebanyak 3 juta ton hingga April 2025. Saat ini, produksi beras kita surplus, dengan angka mencapai 2,9 juta ton hingga Maret dan diperkirakan naik menjadi 4 juta ton pada April. Kami harap target ini bisa terealisasi sepenuhnya,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Serap Gabah Petani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (30/01/2025).

Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari kementerian hingga lembaga terkait.

“Hari ini kita bergerak bersama—Bulog, Perpadi, Kepolisian, dan TNI—untuk memastikan target ini tercapai. Insyaallah, dengan kerja cepat dan terukur, kita bisa mewujudkan swasembada pangan dan mengharumkan nama Indonesia,” tegasnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo, juga menekankan pentingnya percepatan penyerapan gabah oleh Bulog untuk memperkuat cadangan beras nasional.

“Saat ini stok beras di Bulog berkisar antara 1,9 juta hingga 2 juta ton. Dengan tambahan penyerapan 3 juta ton, dalam waktu 3–4 bulan ke depan, kita bisa mencapai stok nasional sebesar 5 juta ton,” ujar Arief.

Untuk memperlancar proses ini, pemerintah telah menyetujui penyesuaian derajat sosoh beras dari 100 persen menjadi 95 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pengolahan dan distribusi beras.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, memastikan pihaknya siap menjalankan tugas ini dengan optimal.

“Tahun ini, Bulog mendapat mandat besar untuk menyerap gabah demi ketahanan pangan nasional. Seluruh mekanisme penyerapan akan mengikuti kebijakan Bapanas dan Peraturan Menteri Pertanian. Insyaallah, kami siap mengoptimalkan penyerapan selama musim panen ini,” jelas Wahyu.

Bulog juga telah berkoordinasi dengan BUMN terkait, Kementerian Perdagangan, serta Perpadi untuk mengatasi potensi keterbatasan gudang penyimpanan.

“Saat ini kapasitas gudang yang tersedia bisa menampung 1,5 juta ton. Jika diperlukan tambahan, kami akan mencari solusi agar penyerapan tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Sebagai dukungan konkret, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp16 triliun dari APBN untuk mendukung program ini. Dengan stok awal 2 juta ton di gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia, target penyerapan diyakini akan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah optimistis bahwa melalui sinergi antara Kementan, Bulog, Bapanas, Perpadi, serta dukungan dari TNI dan Polri, target swasembada pangan pada 2025 dapat tercapai sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto. ***⁹

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru