Pegiat Konsumen Tolak Usulan DPR Soal Gerbong Merokok di Kereta Jarak Jauh

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susana gerbong khusus merokok di KA (ilustrasi dibikin ai - renrak.id)

Susana gerbong khusus merokok di KA (ilustrasi dibikin ai - renrak.id)

JAKARTA – Usulan Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan satu gerbong khusus bagi penumpang yang merokok menuai kritik keras dari pegiat perlindungan konsumen.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai ide tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

“Pertama, usulan itu absurd dan menggelikan, bahkan anti regulasi. Sebagai anggota DPR, seharusnya beliau memahami regulasi. Menurut UU Kesehatan, PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, serta puluhan perda kawasan tanpa rokok, angkutan umum termasuk KAI adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Artinya, kereta api tidak boleh menyediakan smoking area, tidak boleh ada aktivitas penjualan rokok, dan tidak boleh ada iklan atau promosi rokok,” tegas Tulus dalam keterangannya, Kamis  (21/8/2024).

Lebih lanjut, Tulus menyebut usulan gerbong merokok menunjukkan ketidakpahaman terhadap sejarah kecelakaan transportasi yang dipicu oleh rokok.

“Kecelakaan massal pernah terjadi akibat rokok. Misalnya tenggelamnya kapal Tampomas II pada 1981 yang menewaskan 431 orang penumpang. Bahkan tragedi pesawat Varig 820 di Eropa pada 1973 juga dipicu oleh penumpang yang merokok di toilet,” jelasnya.

Ia menegaskan, manajemen KAI seharusnya mengabaikan usulan tersebut demi keselamatan dan kepatuhan pada regulasi.

“Jika usulan itu dipenuhi, justru manajemen KAI akan melanggar hukum. Larangan merokok di kereta api adalah bentuk kepatuhan regulasi yang patut diapresiasi. Ini merupakan standar pelayanan prima yang sudah dijalankan sejak era Pak Jonan menjadi Dirut KAI,” ungkapnya.

Tulus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa larangan merokok di kereta api adalah langkah tepat untuk melindungi keselamatan seluruh penumpang. “Tabik,” tutup Tulus Abadi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas
Jasa Marga Tutup Sementara Sejumlah Lajur Tol JORR E dan Jagorawi, Ini Jadwalnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang

Berita Terbaru