JAKARTA – Media sosial kembali diramaikan dengan perbincangan soal Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik. Warganet ramai membahas perilaku seseorang yang dianggap menunjukkan tanda-tanda NPD.
“Cara menghadapi teman yang punya NPD dong… capek banget asli,” tulis seorang pengguna X yang mendapat banyak respons dari netizen lainnya.
NPD merupakan gangguan kepribadian yang memengaruhi cara seseorang melihat diri sendiri serta bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain. Istilah “narsistik” sering digunakan secara umum untuk menggambarkan orang yang egois atau haus perhatian. Namun, menurut American Psychiatric Association, gangguan ini lebih kompleks dan memiliki dampak yang lebih besar dalam kehidupan penderitanya.
Lebih dari Sekadar Sifat Egois
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ menjelaskan bahwa gangguan kepribadian adalah kondisi mental yang ditandai dengan pola pikir, sikap, dan perilaku yang menetap serta mengganggu kehidupan sosial seseorang.
“Orang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung merasa dirinya spesial dan unik, sehingga hanya bisa dipahami oleh orang-orang tertentu. Mereka juga sering membutuhkan pengakuan dan pemujaan berlebihan,” ujar dr. Lahargo.
Selain itu, penderita NPD cenderung bersikap eksploitatif dalam hubungan sosialnya. Mereka merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus dan sering memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi.
“Mereka bisa menuntut perlakuan istimewa dan mengharapkan orang lain tunduk pada kehendaknya. Dalam hubungan interpersonal, mereka sering menggunakan orang lain demi kepentingan pribadi,” tambahnya.
Ciri-Ciri Penderita NPD
Gangguan ini memiliki beberapa gejala yang bisa bervariasi tingkat keparahannya. Berikut beberapa ciri yang umum ditemukan pada penderita NPD:
- Memiliki rasa penting diri yang sangat tinggi dan membutuhkan kekaguman berlebihan.
- Merasa layak mendapatkan hak istimewa dan perlakuan khusus.
- Menganggap diri lebih unggul dari orang lain, bahkan tanpa pencapaian yang jelas.
- Cenderung membesar-besarkan prestasi dan bakat.
- Terobsesi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau pasangan sempurna.
- Mengharapkan perlakuan khusus dari orang lain tanpa mempertanyakannya.
- Tidak mampu atau tidak mau memahami perasaan orang lain.
- Sering bersikap arogan, sombong, dan merendahkan orang lain.
- Memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan pribadi.
- Meyakini bahwa orang lain iri pada mereka, atau sebaliknya, merasa iri pada orang lain.
Gangguan kepribadian narsistik bukan sekadar kepribadian yang egois atau percaya diri berlebihan. Ini adalah kondisi mental serius yang dapat berdampak pada kehidupan pribadi, pekerjaan, dan hubungan sosial seseorang. Jika Anda mengenal seseorang dengan tanda-tanda ini, memahami cara menghadapi mereka bisa menjadi tantangan tersendiri. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia Lubis
Editor : Eny






