MANOKWARI – Impian puluhan murid SMA Negeri 4 Manokwari untuk memiliki sekolah sendiri akhirnya mulai menjadi kenyataan. Setelah hampir setahun menjalani proses belajar dengan menumpang di sekolah lain, pembangunan gedung permanen sekolah tersebut resmi dimulai melalui peletakan batu pertama yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Manokwari, Papua Barat, Kamis (28/5/2026).
Momen itu disambut penuh sukacita oleh para guru dan murid. Bagi mereka, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 4 Manokwari bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan baru bagi masa depan pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala SMAN 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko, mengenang perjalanan sekolah yang berdiri sejak Juli 2025 itu. Selama ini, sebanyak 60 murid angkatan pertama harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Aktivitas belajar pun berlangsung pada siang hingga sore hari, mulai pukul 12.15 sampai 17.00 WIT.
“Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,” ujar Iriandi.
Menurutnya, lokasi pembangunan sekolah yang berdekatan dengan SMP Negeri 27 Manokwari akan memudahkan akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura) Manokwari.
Kebahagiaan itu juga dirasakan para murid. Maria Aura Angeli Tampani, siswi kelas X, mengaku lega karena dalam waktu dekat mereka tidak lagi harus menumpang menggunakan fasilitas sekolah lain.
“Otomatis ya senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang nih, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,” ungkap Maria.
Hal senada disampaikan Filki Israel Kuai. Ia berharap kehadiran gedung baru dapat mendorong SMAN 4 Manokwari berkembang dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain.
“Harapannya sih semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,” katanya penuh optimisme.
Pembangunan USB SMAN 4 Manokwari merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Pendidikan Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan.
Iriandi mengaku terharu dengan dukungan yang diberikan pemerintah. Ia bahkan tidak menyangka sekolah yang dipimpinnya akan memperoleh fasilitas yang cukup lengkap.
“Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,” ujarnya.
Ia menambahkan, SMAN 4 Manokwari menjadi satu-satunya Unit Sekolah Baru tingkat SMA yang dibangun di Papua Barat pada tahun 2026.
Di balik pembangunan tersebut, Kemendikdasmen juga membawa misi yang lebih luas, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa seluruh program revitalisasi dan pembangunan sekolah tahun ini menggunakan sistem swakelola sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,” kata Abdul Mu’ti.
Ia memperkirakan program revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026 berpotensi membuka lapangan kerja bagi sedikitnya 710 ribu orang, dengan asumsi setiap proyek menyerap minimal 10 tenaga kerja.
Menutup arahannya, Abdul Mu’ti mengingatkan seluruh pihak agar mengawal proses pembangunan dengan menjunjung prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Komitmen tersebut sejalan dengan tekad pihak sekolah untuk terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen demi memastikan pembangunan berjalan lancar dan menghadirkan lingkungan belajar yang ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—bagi generasi muda Manokwari.
Penulis : lazir
Editor : ameri












