Rentak.id – Menyingkap misteri Sukmo Ilang, mandor kebon tembakau di Desa Kolam dan keterkaitannya dengan orang bunian di Deli Serdang pada tahun 1970-an menjadi sebuah cerita yang memikat.
Dari lenyapnya Sukmo hingga peristiwa misterius di sekitar Desa Saentis, kesaksian masyarakat seperti Legianto mengaitkan hilangnya semandoran dengan keberadaan orang bunian.
Apakah cerita ini hanya mitos atau fakta yang perlu dipelajari lebih dalam?
Kisah tentang Sukmo Ilang, mandor kebon tembakau di Desa Kolam, serta hubungannya dengan orang bunian di Deli Serdang pada tahun 1970-an membawa kita ke dalam alam misteri yang begitu memikat.
Dari cerita yang berkembang di sekitar Desa Saentis dan Kolam, Minggu 26 Jabuari 2025, kita dihadapkan pada kisah menarik tentang Orang Bunian.
Di daerah tersebut, cerita-cerita mengenai orang bunian sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bukanlah hal yang asing bagi penduduk Desa Saentis dan Kolam untuk mendengar tentang peristiwa aneh yang terkait dengan Sukmo Ilang dan orang bunian.
Salah satu kesaksian menarik datang dari Legianto, seorang pawang Kuda Lumping yang juga turut mengemukakan pandangannya tentang cerita tersebut.
Menurut Legianto, cerita tentang Sukmo Ilang dan orang bunian telah meresap dalam kehidupan masyarakat setempat.
Cerita yang turun-temurun tersebut memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Konon, lenyapnya Sukmo dan anak buahnya menjadi misteri besar bagi para koeli kontrak yang bekerja di kebon tembakau Deli Serdang.
Para buruh tembakau yang berasal dari Jawa, yang memiliki ilmu kanuragan, diyakini bisa merasakan keberadaan orang bunian di sekitar mereka.
Mereka menyadari bahwa keberadaan kebon tembakau tempat mereka bekerja juga merupakan kampung orang bunian.
Sehingga, ketika Sukmo menghilang secara misterius, banyak versi cerita yang beredar di masyarakat sekitar.
Dari pembukaan hutan terlarang hingga penyelamatan dari hukuman tembak mati Belanda, cerita mengenai hilangnya Sukmo Ilang terus menjadi misteri yang dipercayai oleh banyak orang.
Bahkan setelah Belanda meninggalkan Sumatera Utara, kisah tentang keberadaan orang bunian di daerah tersebut masih menyisakan tanda tanya yang menggoda.
Di tengah cerita-cerita misterius itu, terdengar suara gending Jawa yang sayup-sayup mengalun di sekitar Kampung Kolam, dianggap sebagai kampung orang bunian.
Suara tersebut bahkan terdengar hingga pinggiran Kota Medan, menimbulkan keresahan di kalangan penduduk setempat pada masa itu.
Peristiwa-peristiwa aneh seperti itu seringkali melibatkan interaksi antara dunia nyata dan dunia bunian.
Kisah tentang wanita cantik yang tiba-tiba menghilang atau penampakan orang bunian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar Desa Kolam.
Namun, di tengah gemuruh cerita misterius tersebut, perlu diingat bahwa di era teknologi canggih seperti sekarang, kebenaran suatu cerita perlu dibuktikan secara ilmiah.
Meskipun demikian, cerita tentang Sukmo Ilang dan keterkaitannya dengan orang bunian tetap menjadi bagian dari khazanah budaya yang kaya akan mitos dan legenda.
Mitos atau fakta, cerita Sukmo Ilang dan perjalanan misteriusnya dengan orang bunian di Desa Kolam pada tahun 1970-an tetap menjadi sumber inspirasi dan refleksi bagi kita semua.
Semoga dengan menjelajahi kisah ini, kita dapat menemukan makna yang lebih dalam tentang hubungan antara dunia nyata dan dunia gaib yang selalu menyimpan misteri.***













