JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai perekonomian nasional pada triwulan III 2025 masih menunjukkan ketahanan yang kuat, meski fondasi ekspansinya belum merata di seluruh komponen.
Penilaian tersebut ia sampaikan usai Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan, Kamis (27/11/2025), yang membahas perkembangan ekonomi terkini.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen (yoy) pada triwulan III. Kinerja tersebut ditopang oleh permintaan domestik, penguatan ekspor, serta pemulihan belanja pemerintah. Namun secara kuartalan (q-to-q), beberapa indikator justru mengalami perlambatan, termasuk konsumsi rumah tangga yang terkontraksi –0,56 persen.
Misbakhun menilai pola ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tengah menjaga momentum, bukan memasuki fase akselerasi penuh.
“Pertumbuhan 5 persen memang solid, tetapi fondasi ekspansinya belum merata. Konsumsi masih melambat dan pemerintah perlu memastikan bahwa dorongan fiskal bekerja lebih awal dan lebih efektif,” ujarnya.
Ia menyoroti penguatan ekspor sebagai sinyal positif dari strategi hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Data BPS menunjukkan ekspor barang dan jasa tumbuh kuat pada triwulan III, sejalan dengan membaiknya kinerja subsektor industri pengolahan. Indikator lain juga menunjukkan tren positif, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang berada di level 51,2 pada Oktober 2025 dan PMI-BI yang mencapai 51,66—keduanya menandakan fase ekspansi.
“Indikasi dari data perkembangan manufaktur menunjukkan bahwa hilirisasi mulai memberikan kontribusi terhadap nilai tambah ekspor. Ini arah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas,” tegasnya.
Misbakhun menambahkan, penguatan sektor industri perlu terus diperdalam agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas.
Penulis : lazir
Editor : ameri













