BAGANSIAPIAPI – Suasana Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali semarak.
Ribuan warga tumpah ruah di jalan-jalan utama menyambut puncak perayaan Ritual Bakar Tongkang, tradisi tahunan masyarakat Tionghoa yang kini telah menjelma menjadi magnet budaya dan ekonomi daerah.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai daerah — mulai dari Jakarta, Medan, hingga perantau dari Malaysia dan Singapura — mengikuti arak-arakan miniatur tongkang dari Kelenteng Ing Hock King menuju Jalan Baik-Baik, lokasi bersejarah tempat tongkang dibakar.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol harapan dan doa masyarakat akan limpahan rezeki dan keberuntungan dari lautan.
Perayaan secara resmi dibuka oleh Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, bersama Wakil Bupati Jhony Charles, dan disaksikan langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid serta Kapolda Riau Irjen Herry Harjawan.
“Bakar Tongkang bukan hanya milik etnis Tionghoa, tapi sudah menjadi bagian dari identitas bersama masyarakat Rokan Hilir. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan keberagaman yang harus kita jaga,” ujar Bupati Bistamam dalam sambutannya.
Kapolda Riau, Irjen Herry Harjawan, turut mengapresiasi acara ini sebagai bentuk harmonisasi budaya. “Inilah wajah Indonesia — kaya akan tradisi dan bersatu dalam keberagaman. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan diwariskan ke generasi muda,” katanya.
Momentum pembakaran tongkang menjadi inti acara. Dua tiang layar yang jatuh ke arah laut dianggap sebagai pertanda baik — isyarat bahwa rezeki besar akan datang dari laut. Kepercayaan ini telah diwariskan turun-temurun dan menjadi kekuatan spiritual dalam kehidupan masyarakat Tionghoa di wilayah pesisir.
Di balik kemeriahan ritual, perayaan ini juga membawa dampak ekonomi yang nyata. Perputaran uang selama perayaan diperkirakan mencapai Rp 15 miliar, menurut data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Rokan Hilir.
Pendapatan tersebut berasal dari sektor kuliner, penginapan, transportasi lokal, hingga penjualan souvenir khas.
“Ini bukan hanya perayaan budaya, tapi juga peluang ekonomi. Banyak UMKM lokal yang mendapatkan peningkatan omzet signifikan selama periode ini,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Rokan Hilir.
Namun, sejumlah kendala tetap menjadi catatan. Minimnya fasilitas umum, pengelolaan arus pengunjung yang belum maksimal, serta keterbatasan promosi ke mancanegara menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.
Warga berharap pemerintah daerah serius menjadikan Bakar Tongkang sebagai agenda wisata tahunan berskala internasional. Dengan pengelolaan yang lebih profesional, tradisi ini bukan hanya mampu mendatangkan wisatawan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : hatorangan
Editor : ameri













