Menyapa Keelokan Garut: Destinasi Wisata Sejuta Pesona, Filososfi Memikat di Swiss van Java

- Penulis

Senin, 27 Januari 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Wisatawan dari Bogor, H. Ahyar Matondang dan Iran G. Hasibuan Sesaat Berjalan dengan Latar Gunung Guntur di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dua Wisatawan dari Bogor, H. Ahyar Matondang dan Iran G. Hasibuan Sesaat Berjalan dengan Latar Gunung Guntur di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Garut, kota kecil di Jawa Barat, kembali menarik perhatian wisatawan, terutama saat libur panjang. Dengan berbagai julukannya Garut menawarkan daya tarik yang sulit diabaikan. Tak heran, wisatawan dari berbagai daerah, termasuk dari Kota Bogor, memilih untuk menikmati liburan di kota ini.

Mengunjungi Kota dengan Beragam Julukan
Kota Garut memiliki banyak julukan yang mencerminkan keindahan dan keunikan kotanya. Mulai dari Kota Intan, julukan yang diberikan Presiden Soekarno pada tahun 1960 karena keindahan dan kebersihan kota ini, Mooi Garoet, sebuah pujian yang diberikan oleh kolonial Belanda berkat panorama alamnya yang memukau. Tak hanya itu, Garut juga dikenal sebagai Kota Domba dan Kota Dodol, dua julukan yang melekat pada budaya dan produk khasnya.

“Ketika mendengar sejarah dan keistimewaan tentang Garut, saya langsung tertarik untuk datang ke sini,” ujar H. Ahyar Matondang, salah satu pelancong dari Bogor bersama rekan-rekannya untuk memastikan pesona kota Swiss van Java ini, Iran G. Hasibuan, Rahmat Kurnia Lubis, dan Putra Chaerudin Matondang, mereka berangkat dari Bogor untuk menjelajahi pesona Garut. Perjalanan yang memakan waktu sekitar lima jam itu tak menyurutkan semangat mereka.

Silaturahmi dan Filosofi Hidup di Tarogong Kaler
Setibanya di Kecamatan Tarogong Kaler, mereka langsung mengunjungi kediaman Abah Mukhtar, seorang tokoh sepuh yang dihormati di daerah tersebut. “Abah banyak bercerita tentang filosofi hidup yang sangat mendalam,” ujar Rahmat. Sambil menikmati teh dan kopi, pembicaraan hangat di ruang tamu Abah terasa begitu bermakna.

Selain silaturahmi, mereka juga menyempatkan diri untuk mengunjungi peternakan domba Garut, yang terkenal dengan “Seni Ketangkasan Adu Domba” dan jenis dombanya yang berkualitas. “Kami ingin belajar bagaimana proses pemeliharaan domba dan bagaimana distribusinya, terutama jika ingin dibawa ke luar daerah,” jelas Ahyar.

Kesan Mendalam dan Harapan Masa Depan
Iran G. Hasibuan mengungkapkan kekagumannya terhadap Garut. “Kota ini benar-benar memikat. Saya rasa perjalanan ini harus kami ulangi di masa yang akan datang”, katanya. Sementara itu, Putra Chaerudin berharap ada kolaborasi ekonomi yang lebih intens antara pemerintah kabupaten Garut dan Kota Bogor. “Potensi ekonomi dari daerah ini sangat besar, terutama di sektor pengelolaan wisata, seni budaya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan hasil bumi tambahnya.

Perjalanan ke Garut bukan tanpa tantangan. Terutama kemacetan di jalan lintas Garut-Bandung menjadi salah satu kendala utama, terutama saat libur panjang. Meski begitu, keindahan alam Garut, mulai dari gunung, bukit, pemandian air panas, serta khasanah budaya dan sejarah mampu menghapus lelahnya perjalanan.

“Bagi kami, perjalanan ini bukan hanya wisata biasa, tapi juga pembelajaran. Tradisi lisan yang diceritakan Abah Mukhtar, termasuk tentang Prabu Siliwangi, memberikan wawasan baru tentang sejarah dan budaya,” kata Rahmat dengan penuh antusias.

Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Garut, tak perlu khawatir soal penginapan. Banyak hotel, villa, dan wisma di sekitar Garut dengan harga yang ramah di kantong. Bagi para pelancong, kota ini bukan hanya tempat untuk liburan, tapi juga ruang untuk belajar dan memperluas wawasan. “Kami pulang dengan hati penuh kesan. Garut benar-benar kota sejuta pesona,” tutup Iran.

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Berita Terkait

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor
Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A
Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A

Jumat, 25 September 2026 - 14:01 WIB

Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Berita Terbaru