JAKARTA – Awal 2026 menjadi penanda lahirnya harapan baru bagi pengelolaan wakaf umat.
Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah resmi membentuk Al Washliyah Wakaf Center (AWC), sebuah lembaga wakaf modern yang digerakkan oleh sumber daya manusia berkompeten, mayoritas alumni Timur Tengah, sekaligus telah mengantongi sertifikasi pengelolaan wakaf.
Di tengah meningkatnya kebutuhan umat terhadap tata kelola wakaf yang amanah dan profesional, AWC hadir membawa semangat perubahan. Lembaga ini dipimpin oleh H. Asnan Purba, Lc, M.Pd.I, CWC sebagai Ketua, didampingi H. Edi Chandra, Lc, M.E.I, CWC sebagai Sekretaris, serta H. Dodi Yarli Rusli, Lc, M.E.I, CWC sebagai Bendahara.
Dalam rapat bersama Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM, Senin (5/1/2026) atau 16 Rajab 1447 H, Asnan Purba menyampaikan bahwa AWC kini tengah berada di fase krusial: menyempurnakan berkas administrasi dan rekomendasi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta Kementerian Agama (Kemenag).
Didampingi Bendahara Umum PB Al Washliyah Drs. H. Rizal Naibaho, MM dan Ketua Majelis Ekonomi PB Al Washliyah H. Charles Purnama Siregar, M.Si, Asnan mengungkapkan bahwa hampir seluruh persyaratan izin pengelolaan wakaf uang telah rampung. “Sebagian besar dokumen sudah lengkap, tinggal proses pengiriman,” ujarnya optimistis.
Namun lebih dari sekadar kelengkapan administrasi, Asnan menegaskan bahwa kepercayaan umat adalah kunci utama. “Wakaf uang hanya akan hidup jika umat percaya. Itu yang sedang dan akan terus kami bangun,” tegasnya. Karena itu, AWC dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi masif, baik kepada masyarakat luas maupun keluarga besar Al Washliyah.
Targetnya jelas: dalam satu pekan, seluruh berkas resmi sudah diajukan ke BWI dan Kemenag. Seiring itu, AWC telah menyiapkan peta jalan program satu tahun dan lima tahun ke depan—mulai dari perbaikan panti asuhan, revitalisasi kampus, rehabilitasi sekolah dan madrasah, hingga pembangunan sumur bor di daerah terpencil yang masih kesulitan air bersih.
AWC akan fokus mengelola wakaf melalui uang dan wakaf uang, dua instrumen filantropi yang memiliki karakter dan dampak berbeda dibanding zakat, infak, dan sedekah. Meski demikian, AWC tidak berjalan sendiri. Kolaborasi strategis akan dibangun bersama LAZNAS Al Washliyah Zakat, Infak, Sedekah (Alzis) yang telah lebih dulu mengantongi izin Kemenag.
Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, menyambut hangat lahirnya AWC. Ia menilai komposisi pengurus AWC diisi oleh orang-orang yang tepat dan ahli di bidangnya. “Ini momentum terbaik. Saya mendukung penuh pengembangan wakaf uang di Al Washliyah,” tegasnya.
Dengan nada penuh harap, Masyhuril menutup arahannya, “Kalau izinnya sudah keluar, kita rapat lagi.” Sebuah kalimat singkat yang menyiratkan optimisme besar: wakaf umat dikelola lebih profesional, lebih berdampak, dan lebih membawa berkah.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan













