Menhut Pastikan Tak Ada Stafnya Terlibat Ladang Ganja di Bromo: “Paling Menanam Singkong”

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni.

JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa tidak ada stafnya yang terlibat dalam penanaman ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sebaliknya, justru pihak TNBTS yang bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap keberadaan ladang tersebut menggunakan teknologi drone.

“Jadi mohon, Insya Allah staf kami tidak ada yang menanam begitu. Paling menanam singkong,” ujar Raja Juli saat ditemui di Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (18/3/2025).

Ia juga menepis anggapan bahwa larangan penggunaan drone di kawasan taman nasional bertujuan untuk menutupi keberadaan ladang ganja. Menurutnya, justru drone milik petugas TNBTS yang membantu mengungkap lokasi tersebut.

“Itu tidak ada kaitannya dengan penutupan taman nasional. Kan isunya sengaja ditutup supaya tanam ganjanya tidak ketahuan. Justru drone milik teman-teman TNBTS yang menemukan titiknya,” tegasnya.

Ladang Ganja Ditemukan September 2024

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan bahwa ladang ganja tersebut ditemukan pada September 2024. Penemuan ini bermula dari penyelidikan polisi terhadap dugaan aktivitas ilegal di kawasan TNBTS.

“Pada saat itu, kami turut membantu pihak kepolisian dengan menelusuri lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Untuk itu, kami menggunakan drone dan menurunkan tim ke lapangan,” kata Satyawan.

Menurutnya, tim yang diturunkan terdiri dari Kepala Balai TNBTS, Polisi Hutan (Polhut), masyarakat mitra Polhut, serta pasukan pemadam kebakaran hutan Manggala Agni.

“Kami memastikan dari awal penemuan hingga pembersihan dan proses hukum terus diawasi. Harapannya, tidak ada lagi kasus serupa di masa depan,” tambahnya.

Saat ini, Kepolisian Resor Lumajang telah menetapkan empat tersangka, yang semuanya merupakan warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Para tersangka kini menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Lumajang. (***)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru