Megawati Kritisi Biaya Pendidikan Mahal dan Kenaikan UKT di Rakernas PDIP

- Penulis

Senin, 27 Mei 2024 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP (dok. PDIP)

Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP (dok. PDIP)

RENTAK.ID – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof.Dr.(HC) Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan keprihatinannya terhadap biaya pendidikan yang mahal, termasuk hal ini terkait persoalan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru jalur SNBP 2024.

Demikian disampaikan Megawati dalam pidato politiknya di penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara pada Minggu, 26 Mei 2024.

“Masih banyak warga negara Indonesia yang tak mampu membayar biaya pendidikan,” kata Megawati.

Dalam pidatonya, Megawati menyinggung pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana seperti apa yang digagas oleh Presiden pertama RI yang juga ayahnya, Ir Soekarno.

Menurutnya, semangat pola dasar itu masih aktual dan relevan di masa sekarang, terutama dalam hal penguasaan ilmu-ilmu dasar, membangun kedaulatan pangan, energi kesehatan rakyat, serta penguasaan teknologi yang menopang industri maju.

Megawati mengkritisi persoalan kedaulatan pangan yang hanya didengung-dengungkan.

Menurutnya, masih banyak masalah impor pangan yang menjadi perhatian, sementara kedaulatan pangan hanya menjadi wacana belaka. Di sisi lain, Megawati mengakui bahwa impor pangan tidak bisa semata-mata dilarang.

“Namun, hal itu tentunya harus diimbangi dengan upaya-upaya pengelolaan dan penyediaan pangan lokal sebagai alternatif pengganti beras misalnya,” bebernya.

Selain itu, Megawati mengingatkan bahwa ada sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan oleh negara seperti angin, air, dan surya.

“Dalam menjaga kesehatan masyarakat, Megawati menekankan pentingnya harus ada upaya-upaya yang lebih serius untuk membantu masyarakat yang tidak mampu mendapatkan akses pendidikan kesehatan yang memadai,” sebutnya.

Megawati lantas mengkritisi persoalan pendidikan yang dipermasalahkan kenaikannya biaya UKT bagi mahasiswa baru, terlebih mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Alih-alih mendukung mereka untuk dapat memperoleh pendidikan, pemerintah justru memberikan hambatan dengan menerapkan biaya pendidikan yang maha,” tegasnya.

Megawati kembali menegaskan bahwa, tidak sepantasnya orang yang ingin pintar harus membayar mahal agar dapat memperoleh pendidikan yang layak.

“Adilnya, uluran tangan pemerintah harus memikirkan kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam kondisi kekurangan,” katanya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru