Malam Ini, Pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara XIII 2025 Resmi Digelar di TIM Jakarta

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Pertemuan Penyair Nusantara 2025 (dok. rentak.id)

Logo Pertemuan Penyair Nusantara 2025 (dok. rentak.id)

JAKARTA – Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII 2025 resmi akan dibuka pada Kamis malam, 11 September 2025, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara yang mempertemukan para penyair dari berbagai daerah dan negara ini diawali dengan rangkaian pertunjukan seni dan sambutan resmi dari sejumlah tokoh.

Pembukaan dimulai pukul 19.30 WIB dengan upacara penyambutan yang diisi penampilan Sapun oleh sastrawan Betawi, Yahya Andi Saputra, bersama Grup Musik Galeri Betawi di lobi Teater Kecil. Selanjutnya, suasana malam semakin semarak dengan pertunjukan Gambang Kromong oleh Grup Sinar Muda pimpinan Bapak Wahab.

Tepat pukul 19.55 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara Bang Aden dan Maya Safira. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan oleh Devie Matahari, dilanjutkan doa pembuka yang dipimpin oleh Mahwi Airtawar.

Ketua Panitia PPN XIII, Ahmadun Yosi Herfanda, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan acara ini. Setelah itu, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, memberikan laporan terkait dukungan dan harapan terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Malam pembukaan ini juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno S.IP, yang memberikan sambutan, diikuti sambutan perwakilan Menteri Kebudayaan RI yang diwakili Direktur Pengembangan Budaya Digital, Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum.

Puncak acara berlangsung pukul 20.40 WIB dengan peresmian pembukaan PPN XIII 2025. Dalam momen ini juga dilakukan peluncuran buku antologi puisi PPN XIII serta penyerahan souvenir dari Kementerian Pariwisata kepada panitia, sekaligus pemberian piagam penghargaan.

Tidak hanya itu, malam pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan Musik Puisi oleh Ananda Sukarlan, penyair kenamaan Indonesia. Sejumlah penyair dari dalam dan luar negeri juga tampil membacakan puisi, di antaranya Bupati Bireuen H. Muklis, S.T., Samsudin Said (Singapura), LK Ara (Aceh, Indonesia), Nusanwai Ha’ (Thailand), Sutardji Calzoum Bachri (Indonesia), Lim Swee Tin (Malaysia), Farah Savira (Anggota DPRD DKI Jakarta), Chicha Koeswoyo, Helvy Tiana Rosa, dan Imam Maarif.

Acara ditutup pada pukul 22.15 WIB dengan kata penutup dari MC dan sesi foto bersama. Panitia mengimbau seluruh peserta dan undangan untuk mengenakan pakaian adat daerah atau negara masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya yang hadir dalam pertemuan sastra internasional ini.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya
Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”
Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun
Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak
Ketua Teater Imago Medan Tanggapi Aspirasi Kolaborasi dengan TENA: “Kapal Seni Perlu Bahan Bakar, Bukan Sekadar Ide”
Naskah Monolog “Pisang Terakhir”
Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Kepuasan Jamaah Capai 88,46

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 08:28 WIB

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:56 WIB

Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”

Senin, 22 Desember 2025 - 07:07 WIB

Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:01 WIB

Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Rabu, 12 November 2025 - 19:23 WIB

Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak

Berita Terbaru