Mahfud Ingatkan Para Sarjana Harus Jadi Intelektual Bermoral

- Penulis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 sekaligus Menko Polhukam Mahfud MD orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa pasa Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 sekaligus Menko Polhukam Mahfud MD orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa pasa Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung

RENTAK.ID – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 sekaligus Menko Polhukam Mahfud MD orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa pasa Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

Mahfud mengaku, materinya berisi orasi ilmiah akdemik. Bukan orasi politik praktis elektoral.

“Sebelum memulai, saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” ungkap Mahfud mengawali orasinya di Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Mahfud mengimbau, para lulusan sarjana wajib menjadi intelektual yang bermoral. Sebab, mendapat ijazah dan ilmu saja tidak cukup
Orang bisa jadi sarjana, tapi belum tentu intelektual.

“Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,” tutur Mahfud.

Sebab, diingatkan Mahfud, dari jumlah koruptor sebanyak 1.250 orang, 84 persen itu sarjana. Bahkan ada yang profesor. Para pelaku korupsi ini jelas tidak intelek dan tak punya moralitas dan integritas untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Mahfud berharap, para wisudawan bukan hanya mendapat gelar sarjana, tetapi juga intelektual. Punya tanggung jawab moral memajukan bangsa dan negara. Sesuai konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya otak, tetapi watak.

“Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas. Karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,” tambahnya.

Mahfud lantas bicara soal Prasyarat menuju Indonesia Emas. Yakni pertumbuhan ekonomi merata, pemberantasan korupsi, penegakkan hukum, dan demokrasi berkualitas

Soal pertumbuhan ekonomi yang merata, pendapat perkapita saat 45 diharapkan sudah mencapai 23.300 dolar AS. Sekarang baru 4.600 dolar AS. Selain itu, angka partisipasi pendidikan nanti, 74 persen lulusan SMA masuk ke Perguruan Tinggi dengan mudah. Sekarang baru 11 sampai 13 persen. “Maka pertumbuhan ekonomi rata-rata harus mencapai 6 persen menuju 2045,” katanya.

Untuk itu, penegakan hukum harus tegak. Kalau tidak maka negara mengalami disorientasi. Ketika dibiarkan akan terjadi distrust atau ketidakpercayaan. Ketika terus berlangsung, terjadilah disobedience, atau perlawanan. Maka akan berlanjut pada disintegrasi. Inilah urutannya hancurnya negara.

“Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan,” ungkapnya sembari memberi contoh negara-negara timur tengah yang runtuh karena pemerintahannya tak adil.

Kemudian, soal pemberantasan korupsi. Indeks persepsi korupsi Indonesia masih di angka 34 dari 100. Korupsi masih berlangsung dari pusat hingga ke daerah di berbagai lembaga.

“Pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,” ingatnya.

Syarat selanjutnya, demokrasi yang berkualitas. Demokrasi harus benar, bukan transaksional dan jauh dari kata teror. Keputusan keputusan yang diambil hatus terbuka bukan selintutan.

“Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,” tambahnya.

Sebagai penutup, Mahfud mengingatkan,
Pemilu 2024 harus berjalan bermartabat dan berkualitas.

“Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apapun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru