Magang Tanpa Gaji: Peluang atau Eksploitasi?

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Program magang sering disebut sebagai langkah awal menuju dunia kerja yang lebih profesional. Namun, muncul perdebatan mengenai magang tanpa gaji—apakah ini kesempatan emas untuk menimba ilmu atau justru bentuk eksploitasi terhadap tenaga muda?

Di Indonesia, praktik magang tanpa gaji bukanlah hal baru. Banyak perusahaan menawarkan kesempatan magang dengan imbalan pengalaman dan sertifikat, tetapi tanpa kompensasi finansial. Bagi sebagian mahasiswa, ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk karier mereka. Namun, tidak sedikit yang menilai bahwa sistem ini tidak adil dan hanya memanfaatkan tenaga kerja muda secara gratis.

Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM) Jakarta, Prof. Dr. Dwiza Riana, menegaskan bahwa pihaknya memastikan program magang yang ditawarkan benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa, baik dari sisi pengalaman maupun pembelajaran.

“Kami memahami kekhawatiran mengenai magang tanpa gaji. Namun, dalam Internship Experience Program (IEP) atau skema 3+1 (tiga tahun kuliah dan satu tahun magang), fokus utama kami adalah nilai edukasi dan pengembangan keterampilan. Mahasiswa tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pembimbingan, pelatihan, dan sertifikat untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” ujar Prof. Dwiza dalam keterangan resmi, Ahad (16/2/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas telah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memiliki reputasi baik, sehingga mahasiswa tidak hanya dijadikan tenaga kerja gratis, tetapi benar-benar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga.

“Magang adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membangun relasi profesional, mengasah keterampilan, dan memahami dunia industri secara langsung. Banyak mahasiswa yang akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan berkat pengalaman magang ini,” pungkasnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru