Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos Jadi Geopark Dunia

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat di Raja Ampat yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO (foto. kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat di Raja Ampat yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO (foto. kemenpar)

JAKARTA – Lima geopark Indonesia berhasil mempertahankan status Green Card atau kartu hijau UNESCO setelah melewati proses revalidasi dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks pada 2–4 November 2026 di Paris, Prancis.

Kelima geopark tersebut adalah Belitong, Merangin Jambi, Ijen, Raja Ampat, dan Maros-Pangkep. Dalam sidang yang sama, Bojonegoro juga dinyatakan lolos sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) baru.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengakuan UNESCO bukan sekadar penghargaan internasional, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam, warisan geologi, dan budaya.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal. Kita ingin geopark mampu memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” kata Widiyanti di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Salah satu capaian penting diraih Belitong yang berhasil kembali mendapatkan Green Card setelah sebelumnya menerima Yellow Card pada revalidasi 2024. Pengelola telah menindaklanjuti rekomendasi UNESCO, terutama terkait komersialisasi Batu Satam dan konservasi penyu.

Sementara itu, Ijen, Merangin Jambi, dan Raja Ampat berhasil memenuhi rekomendasi evaluasi sebelumnya. Maros-Pangkep juga dinilai berhasil memperbaiki tata kelola, memperkuat edukasi, serta mengembangkan kerja sama internasional.

Di sisi lain, Geopark Ranah Minang Silokek masih diberi waktu dua tahun untuk melengkapi rekomendasi UNESCO sebelum memperoleh pengakuan sebagai geopark dunia.

Widiyanti menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas pengelolaan geopark.

“Setiap rekomendasi UNESCO harus ditindaklanjuti melalui aksi nyata dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Keputusan pemberian Green Card tersebut selanjutnya akan diajukan untuk disahkan Dewan Eksekutif UNESCO dalam Sidang Musim Semi pada April 2027.

Penulis : lazir

Editor : ami

Berita Terkait

Indonesia Pamerkan Pengalaman Wisata Unik di London, Bidik Pasar Eropa
Wisata Tak Lagi Sekadar Foto, Kemenpar Garap Paket Healing dan Kuliner di Yogyakarta
Jelajahi Flores Sejauh 70 Km, Camino de Flores Satukan Ziarah, Alam, dan Budaya
TransNusa Buka Rute Langsung Melbourne–Bali, Wisatawan Australia Tembus 1,2 Juta
Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja dan Raup Devisa Rp305 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Capai Rp5 Triliun
Bukan Sekadar Ritual, Tawur Agung di Batur Jadi Cermin Pariwisata Budaya Bali
143 Peserta JWB 2026 Sambangi Berastagi, Potensi Wisata Karo Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:00 WIB

Indonesia Pamerkan Pengalaman Wisata Unik di London, Bidik Pasar Eropa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Wisata Tak Lagi Sekadar Foto, Kemenpar Garap Paket Healing dan Kuliner di Yogyakarta

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Jelajahi Flores Sejauh 70 Km, Camino de Flores Satukan Ziarah, Alam, dan Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

TransNusa Buka Rute Langsung Melbourne–Bali, Wisatawan Australia Tembus 1,2 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja dan Raup Devisa Rp305 Triliun

Berita Terbaru