Jelajahi Flores Sejauh 70 Km, Camino de Flores Satukan Ziarah, Alam, dan Budaya

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores

Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores

NGADA – Menyusuri jalur Bajawa–Boawae–Ende sejauh 70 kilometer, sekitar 70 peserta Camino de Flores diajak menikmati perjalanan yang merangkai lanskap alam Flores, kampung adat, dan situs religi dalam satu pengalaman ziarah.

Melintasi Kabupaten Ngada, Nagekeo, hingga Ende, perjalanan pada 23–27 Oktober 2026 ini sekaligus merintis wisata religi yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Bertajuk Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores – A Spiritual Journey of Reflection and Recovery, Etape Tengah resmi dibuka melalui Misa di Taman Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolowio, Beiposo, Kabupaten Ngada, Jumat (23/10/2026) sore.

Usai Misa, peserta mengikuti perarakan Patung Bunda Maria sebelum berjalan menuju Kampung Adat Beiposo. Perjalanan ini mengajak peserta menjadikan setiap langkah sebagai ruang refleksi sekaligus kesempatan mengenal lebih dekat alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat Flores.

Makan Bersama Jadi Simbol Persaudaraan

Hari pertama ditutup dengan makan malam bersama di Kampung Adat Beiposo. Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, para imam dan rohaniwan, tokoh adat, umat, serta masyarakat setempat turut hadir dalam suasana kebersamaan.

Bernadinus mengapresiasi kegiatan tersebut karena membuka kesempatan bagi masyarakat Ngada untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan nilai persaudaraan kepada para peserta.

Menurut dia, penyambutan melalui sapaan adat, pengalungan selendang, tarian, hingga makan bersama bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan dan penerimaan masyarakat terhadap para tamu.

“Dalam tradisi masyarakat Ngada, makan bersama memiliki makna yang mendalam. Kita duduk bersama tanpa sekat, bertukar hidangan, bertukar cerita, dan membangun kedekatan dengan sesama,” ungkap Bernadinus.

Tradisi tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan peserta dengan masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan budaya Ngada secara langsung.

Mari Elka Pangestu Ingin Potensi Flores Lebih Dikenal

Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, mengatakan gagasan perjalanan ini terinspirasi dari pengalamannya mengikuti Camino de Compostela di Spanyol. Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk berefleksi, mengenali diri, dan mempererat hubungan dengan keluarga maupun sesama pejalan.

Flores dipilih karena memiliki kekayaan alam, budaya, dan spiritualitas, termasuk wilayah tengah pulau yang belum banyak dikenal wisatawan.

“Perjalanan ini diharapkan dapat menggalang dukungan bagi pembangunan Flores dan mendorong semakin banyak orang untuk mengenal berbagai wilayah di Pulau Flores,” kata Mari.

Ia berharap Camino de Flores dapat terus dikembangkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dari pelaksanaan proyek percontohan ini.

Pada hari pertama, Mari menyerahkan bantuan secara simbolis untuk penataan kawasan Taman Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolowio. Bantuan lainnya berupa perlengkapan doa berupa rosario serta pakaian hangat, seprai, dan selimut bagi masyarakat Beiposo. Fasilitas toilet juga telah dibangun sebelum kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Vikaris Episkopal (Vikep) Bajawa mengajak peserta menghayati semboyan El camino es la meta, yang berarti perjalanan itu sendiri adalah tujuan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Camino de Flores bukan semata-mata tentang mencapai titik akhir. Pengalaman spiritual, perjumpaan dengan sesama, serta kedekatan dengan alam dan budaya menjadi bagian penting dari perjalanan.

Wisata Religi Diharapkan Gerakkan Ekonomi Lokal

Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menilai Camino de Flores berpeluang memperkuat pengembangan wisata religi Katolik di Flores.

Konsep perjalanan kaki yang menghubungkan gereja, situs religi, kampung adat, bentang alam, dan tradisi masyarakat dinilai dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih mendalam sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga.

“Camino de Flores membuka peluang untuk memperkenalkan Flores melalui pengalaman perjalanan yang lebih mendalam, dengan menghubungkan spiritualitas, alam, budaya, dan kehidupan masyarakat,” ujar Andhy.

Ia berharap pola perjalanan ini dapat memperluas persebaran kunjungan wisatawan, mendorong mereka tinggal lebih lama, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Menurut Andhy, pengembangannya membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, gereja, komunitas lokal, pelaku pariwisata, serta masyarakat. Kerja sama diperlukan untuk memastikan kesiapan rute, keamanan dan kenyamanan peserta, serta keberlanjutan destinasi.

Melalui Etape Tengah pada 23–27 Oktober 2026, Camino de Flores diharapkan menjadi pijakan pengembangan wisata religi berkelanjutan. Lebih dari perjalanan ziarah, kegiatan ini membawa harapan agar potensi wilayah Flores di luar Labuan Bajo semakin dikenal dan manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat setempat.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

TransNusa Buka Rute Langsung Melbourne–Bali, Wisatawan Australia Tembus 1,2 Juta
Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja dan Raup Devisa Rp305 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Capai Rp5 Triliun
Bukan Sekadar Ritual, Tawur Agung di Batur Jadi Cermin Pariwisata Budaya Bali
143 Peserta JWB 2026 Sambangi Berastagi, Potensi Wisata Karo Jadi Sorotan
JWB ke-4 Buka Peluang Bisnis Wisata Medan dan Karo, Owner Widy Holidays: Dampaknya Sangat Bagus
WIG 2026 di Yogyakarta: Kuliner Nusantara Didorong Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Bantuan Rp1 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Ekonomi Warga Sade Pascakebakaran

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

TransNusa Buka Rute Langsung Melbourne–Bali, Wisatawan Australia Tembus 1,2 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja dan Raup Devisa Rp305 Triliun

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:54 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Capai Rp5 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Tawur Agung di Batur Jadi Cermin Pariwisata Budaya Bali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:06 WIB

143 Peserta JWB 2026 Sambangi Berastagi, Potensi Wisata Karo Jadi Sorotan

Berita Terbaru