1.277 SMK Terima Bantuan Revitalisasi 2026, Kemendikdasmen Ingatkan Sekolah Tolak Pungutan Liar

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, memberikan arahan saat membuka Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 di Tangerang Selatan. (foto. kemendikdasmen)

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, memberikan arahan saat membuka Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 di Tangerang Selatan. (foto. kemendikdasmen)

JAKARTA – Sebanyak 1.277 SMK negeri dan swasta di berbagai daerah mendapat bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2026. Bantuan ini diarahkan untuk memperbaiki fasilitas belajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Dari total penerima, sebanyak 553 merupakan SMK negeri dan 724 lainnya SMK swasta. Pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan hingga pengecatan bangunan sekolah.

Sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran perbaikan antara lain ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan sekolah agar mengelola bantuan tersebut secara transparan dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, dana revitalisasi bersumber dari pajak masyarakat sehingga tidak boleh disalahgunakan.

“Uang yang diterima oleh sekolah-sekolah itu adalah uang pajak rakyat yang didapatkan dengan susah payah oleh negara. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada kita semua untuk betul-betul menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Fajar saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (4/11/2026).

Ia juga meminta sekolah tidak melayani permintaan pungutan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan. Selain pengelolaan anggaran, kualitas pembangunan harus menjadi perhatian sejak perencanaan hingga pekerjaan selesai.

Menurut Fajar, pemilihan material wajib mengikuti spesifikasi teknis agar bangunan tidak mudah rusak dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Perbaikan fasilitas sekolah, baik rehabilitasi maupun pembangunan fisik, sebenarnya salah satu muaranya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah,” ujarnya.

Fajar menambahkan, ruang belajar yang layak dan fasilitas sanitasi memadai berpengaruh terhadap kenyamanan serta motivasi peserta didik. Karena itu, sekolah diminta melakukan pemeliharaan rutin terhadap fasilitas yang telah diperbaiki.

Sementara itu, Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 yang berlangsung pada 3–6 November 2026 diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan memastikan sekolah memahami mekanisme bantuan, mulai dari perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

“Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel,” kata Tatang.

Ia turut meminta seluruh penerima bantuan menjalankan program secara transparan dan menolak segala bentuk permintaan biaya di luar ketentuan. Untuk mencegah penyimpangan, jajaran direktorat di lingkungan kementerian bersama dinas pendidikan provinsi juga telah menandatangani pakta integritas.

Sekolah Terpencil Ikut Merasakan Manfaat

Bantuan revitalisasi juga menyentuh sekolah di wilayah terpencil. Salah satunya SMK Al-Barokah di Cianjur Selatan, Jawa Barat, yang masih membutuhkan tambahan ruang kelas dan ruang praktik.

Kepala SMK Al-Barokah, M. Apep Mubarok, mengatakan sekolahnya pada 2026 memperoleh bantuan untuk merenovasi ruang kelas yang sudah tersedia.

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan bantuan revitalisasi untuk merenovasi ruang kelas yang ada. Mudah-mudahan setelah direnovasi, sekolah kami menjadi lebih nyaman dan memberikan semangat baru bagi peserta didik,” ujarnya.

Apep memastikan pihaknya akan melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan dengan melibatkan unsur warga sekolah.

Kemendikdasmen berharap revitalisasi tersebut tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung penguasaan keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan pendidikan vokasi.

Penulis : dafri jh

Editor : ami

Berita Terkait

Tiga Madrasah di Lumajang Jalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah 4 Tahunan
TKA 2026 Dipantau Ombudsman, Murid Disabilitas Tak Boleh Kehilangan Hak
Murid Depok dan Bogor Ungkap Pengalaman Ikuti TKA, Persiapan Kuliah Jadi Lebih Matang
KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:21 WIB

1.277 SMK Terima Bantuan Revitalisasi 2026, Kemendikdasmen Ingatkan Sekolah Tolak Pungutan Liar

Jumat, 6 November 2026 - 07:49 WIB

Tiga Madrasah di Lumajang Jalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah 4 Tahunan

Kamis, 5 November 2026 - 07:02 WIB

TKA 2026 Dipantau Ombudsman, Murid Disabilitas Tak Boleh Kehilangan Hak

Rabu, 4 November 2026 - 11:41 WIB

Murid Depok dan Bogor Ungkap Pengalaman Ikuti TKA, Persiapan Kuliah Jadi Lebih Matang

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terbaru