RENTAK.ID – Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2024 resmi ditutup pada Sabtu 10 Agustus 2024 di Jakarta. Dalam ajang bergengsi ini, siswa-siswi berbakat dari seluruh Indonesia berkompetisi untuk meraih medali emas di berbagai bidang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berkarya, menginspirasi, dan berkontribusi dalam pembangunan lingkungan.
Dalam pidato penutupan, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Iwan Syahril menyampaikan pesannya kepada para pemenang agar tidak cepat berpuas diri. “Teruslah menjadi inspirasi, bangun mimpi tentang masa depan, dan tularkan semangat berbagi pengetahuan pada lingkungan sekitar,” ujar Iwan.
OSN tahun ini berhasil melahirkan sejumlah talenta unggul yang meraih medali emas di berbagai bidang. Untuk jenjang SMP, medali emas bidang Matematika diraih oleh Kenzo Alvaro Lim (SMP Witama Nasional Plus, Riau), Kevin Hendrikson Wu (SMP Kristen Tri Tunggal, Jawa Tengah), Aldan Azahwan Ikhsan (SMP Labschool Jakarta), Lionel Wijaya (SMP Kristen Tri Tunggal, Jawa Tengah), dan Ahmad Yazid Muhandis (SMP Kharisma Bangsa, Banten). Sementara itu, di bidang IPA, Ahmad Irfan Naufal Fahmi (MTsN 1 Kota Malang, Jawa Timur), Aladdin Naufal Surahman (SMP Negeri 115 Jakarta), Kayser Hwang (SMP Darma Yudha, Riau), Irsy Alvaro Rhein (SMPS Mentari Intercultural School Bintaro, Banten), dan Raphael Kamil Edward (SMP Negeri 193 Jakarta) berhasil membawa pulang medali emas.
Di jenjang SD, para siswa yang berhasil meraih emas pada bidang Matematika adalah Klaus Wahyudi (SDK Yohannes Gabriel, Jawa Timur), Bryan Richie Huang (SD Kristen 11 Penabur, DKI Jakarta), Gandi Aregha Windu (SD Negeri Sinomwidodo 03, Jawa Tengah), Bryan Destin Mulyadi (SD Pelita Cemerlang, Kalimantan Barat), dan Austin Kei Tjahjoyo (SDS K Maria Fatima III, Jawa Timur).
Selain mengasah kompetensi akademik, OSN juga bertujuan untuk meningkatkan kepekaan peserta didik dalam menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. “Kemenangan bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah kita dapat menghargai proses. Bagi yang belum berhasil, ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk menata kembali langkah baru,” tambah Iwan.
Sebagai pelajar Pancasila, lanjut Iwan, generasi muda harus terus membangun semangat belajar sepanjang hayat. “Saya yakin, adik-adik yang telah berpartisipasi dalam OSN adalah pelajar yang beruntung, memiliki potensi luar biasa, serta semangat dan dedikasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.”
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Maria Veronica Irene, juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya penyelenggaraan OSN tahun ini. “Di balik sebuah kompetisi, terdapat nilai luhur yang harus dijunjung tinggi, yaitu rasa persaudaraan dan kolaborasi,” ujar Irene.
Sebagai langkah lanjutan, perwakilan juri OSN 2024, Ahmad Ridwan, mengungkapkan bahwa 30 pemenang medali emas akan diseleksi lebih lanjut untuk mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi di level internasional. “Mari kita teruskan budaya olimpiade dan terus berprestasi menjunjung kejujuran,” kata Ridwan.
OSN 2024 menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memperluas cakrawala berpikir, mengeksplorasi kemampuan, dan menjalin persaudaraan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Gusti Ngurah Putu dari SD Saraswati 1 Denpasar, “Kesempatan ini sangat berharga karena saya bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Dengan semangat kompetisi dan kolaborasi, OSN 2024 diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi ajang untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang cerdas, kreatif, dan berintegritas.













