Kisah Dermawan Sultan: Menebar Harta demi Rakyat yang Jatuh dalam Kemiskinan

- Penulis

Kamis, 6 Februari 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Foto Suasana Keraton Yogyakarta , (sumber foto :  dari koransulindo.com)

Ilustrasi Foto Suasana Keraton Yogyakarta , (sumber foto : dari koransulindo.com)

YOGYAKARTA – Di tengah gejolak perjuangan kemerdekaan Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwana IX menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap rakyatnya. Pada 1947, ketika Belanda kembali mencoba menjajah Indonesia melalui Agresi Militer, banyak warga Yogyakarta jatuh dalam kemiskinan. Melihat penderitaan ini, sang raja tidak tinggal diam. Ia membuka peti harta keraton dan membagikan sekitar 5 juta gulden setara dengan Rp20 miliar saat ini, untuk membantu rakyatnya bertahan hidup

Tindakan mulia ini berlangsung selama sekitar empat bulan. Kala itu, banyak pegawai negeri tak bisa bekerja karena pemerintahan lumpuh akibat perang. Mereka kehilangan pemasukan, sementara keluarga di rumah kesulitan mendapatkan makanan. Dalam kondisi seperti ini, rakyat dihadapkan pada pilihan sulit: tetap setia kepada Indonesia dengan segala penderitaan atau berpihak pada Belanda demi kehidupan yang lebih layak.

Menyadari situasi genting ini, Sri Sultan bertindak tanpa ragu. Ia mengambil uang dari kekayaan pribadinya dan membagikannya kepada rakyat serta lembaga-lembaga yang membutuhkan, termasuk tentara dan unit Palang Merah Indonesia (PMI). Sekretaris pribadi serta pejabat keraton turut membantu menyalurkan bantuan tersebut.

Dalam wawancara dengan penulis Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX (1982), Sri Sultan mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak ingat jumlah pasti uang yang telah disebarkan.

“Ah, tidak mungkin ingat. Ngambilnya saja sambil begini,” katanya sambil menirukan gerakan orang yang mengambil dengan dua tangan seperti menyendok pasir.

Namun, Wakil Presiden Mohammad Hatta yang mengetahui kejadian ini mencatat jumlahnya sekitar 5 juta gulden. Ketika Hatta bertanya apakah negara perlu mengganti harta yang telah diberikan, Sri Sultan hanya tersenyum dan tidak meminta imbalan apa pun.

Baginya, membantu rakyat adalah prioritas. Dalam satu kesempatan, ia mengungkapkan alasan utama tindakannya:

“Mungkin 3-4 bulan. Pada waktu pendudukan oleh Belanda atas Yogya hampir berakhir. Soal tujuan utamanya, ya keduanya. Agar rakyat tidak mendukung Belanda dan saya lihat banyak orang kita yang perlu dibantu untuk menyambung hidup, termasuk keluarga pemimpin-pemimpin kita,” tutur Sri Sultan.

Sikap dermawan ini bukan kali pertama dilakukan Sri Sultan. Sebelumnya, ia telah menyumbangkan 6,5 juta gulden setara dengan Rp32 miliar hari ini sebagai modal awal bagi pemerintahan Indonesia yang baru terbentuk. Dengan kekayaan yang diwarisi dari sistem feodal kerajaan, Sultan Hamengkubuwana IX membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: cnbcindonesia.com

Berita Terkait

BBM Bali Sempat Menipis, Bahlil Tambah Kapal Jadi 7 dan Kejar Stok 15 Hari
Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:16 WIB

BBM Bali Sempat Menipis, Bahlil Tambah Kapal Jadi 7 dan Kejar Stok 15 Hari

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Berita Terbaru