Ketum PB Al Washliyah Tekankan Penguatan Kader dan Kolaborasi Umat: Rencana Besar Muktamar 2026 di Medan

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malam Tasyakuran HUT ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah di Madrasah Al Washliyah, Kayuringin, Bekasi (Foto Guntar)

Malam Tasyakuran HUT ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah di Madrasah Al Washliyah, Kayuringin, Bekasi (Foto Guntar)

BEKASI –  Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masykhuril Khamis, menegaskan bahwa Al Washliyah kini telah menjadi milik seluruh umat Islam Indonesia, bukan hanya identik dengan orang Medan. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Malam Tasyakuran HUT ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah di Madrasah Al Washliyah, Kayuringin, Bekasi, Sabtu malam,  (29/11/2025).

Ia mencontohkan, di Kaimana, Papua Barat, ketua Al Washliyah justru merupakan Raja Kaimana, Peter Abdul Hakim. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Al Washliyah mampu berkolaborasi lintas daerah dan lintas latar belakang demi satu tujuan besar, yakni mensejahterakan umat.

KH. Masykhuril Khamis juga menyampaikan dukungan Al Washliyah terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mengembalikan pemanfaatan kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia mengapresiasi langkah berani pemerintah dalam mengungkap kasus-kasus korupsi besar serta upaya merumuskan kebijakan pajak yang lebih berkeadilan bagi masyarakat kecil.

“Rumah-rumah masyarakat yang belum diberdayakan seharusnya tidak dibebani pajak berlebihan. Negara mesti memberdayakan potensi rakyat, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Sejak awal berdiri, Al Washliyah dikenal konsisten di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Kini, organisasi ini memperkuat fokus pada pengembangan ekonomi dan kesejahteraan umat. KH. Masykhuril Khamis menilai program pemerintah seperti sekolah rakyat, makan bergizi, dan bantuan bagi sekolah merupakan hak masyarakat yang dikembalikan oleh negara.

Ia menegaskan, Al Washliyah tidak pernah menuntut kepada negara karena perjuangan para ulama dan kader dilakukan lillahi ta’ala. Namun, ketika negara menghargai, itu merupakan hal yang wajar dan patut disyukuri.

Dalam sambutannya, Ketum PB Al Washliyah juga menyinggung soal belum adanya tokoh pendiri Al Washliyah yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Ia optimistis, jika kader-kader Al Washliyah terus menunjukkan integritas, kualitas, dan akhlak yang baik, suatu saat negara akan bertanya dan mengakui jasa para ulama pendirinya.

“Kader-kader Al Washliyah di mana-mana mulai menjadi perhatian karena kualitas, akhlak, dan ibadahnya. Namun jangan pernah meninggalkan nilai kedekatan kepada Allah. Kalau ruhani kosong, keberkahan akan menjauh,” pesannya.

Terkait penguatan organisasi, KH. Masykhuril Khamis mengumumkan rencana besar PB Al Washliyah menggelar muktamar pada tahun 2026. Proses menuju muktamar akan diawali dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada April 2026 di Jakarta. Rapimnas tersebut akan membahas draf dan arah besar muktamar agar forum tertinggi organisasi itu berjalan efektif dan bermartabat.

Muktamar 2026 direncanakan dilaksanakan di Medan sebagai daerah asal Al Washliyah. Ia membayangkan muktamar akan dibuka di stadion dengan kehadiran sedikitnya 20 ribu orang, melibatkan seluruh pengurus wilayah dan cabang dari berbagai provinsi.

“Kalau Presiden hadir, alhamdulillah. Kalau pun belum bisa hadir, tidak apa-apa. Yang penting Al Washliyah menunjukkan jati dirinya sebagai organisasi yang terhormat dan ikut menghormati para pendiri negeri,” tegasnya.

Selain itu, KH. Masykhuril Khamis mendorong agar ekonomi warga Medan dan Sumatera Utara ikut bergerak selama rangkaian muktamar. Ia mengajak warga dan kader Al Washliyah membuka rumah-rumah mereka untuk menampung tamu-tamu dari luar Sumatera sebagai wujud ukhuwah dan silaturahim, bukan sekadar bergantung pada penginapan komersial.

“Jangan mikir nginap di hotel. Rumah-rumah kader Al Washliyah terbuka, gratis. Dari situ ukhuwah tumbuh, dan Al Washliyah terlihat bukan milik orang Medan saja, tapi milik seluruh dunia,” ujar KH. Masykhuril Khamis.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh kader untuk terus memperkuat akidah, ibadah, akhlak, dan kebersamaan, serta menjadikan momen HUT ke-95 sebagai titik tolak kebangkitan baru Al Washliyah di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi umat.

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi
Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret
Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”
Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial
Dai 3T Bergerak: Penguatan Iman dan Nasionalisme dari Pinggiran Indonesia
Dari Hisab ke Rukyat, Gen Z Dalami Ilmu Penentuan Awal Ramadan
Kemenag Salurkan Rp596 Juta, Pulihkan Madrasah dan Guru Korban Banjir–Longsor Bandung Barat

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:12 WIB

Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:14 WIB

Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru