Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju, DPD LAKI DKI Jakarta Minta Evaluasi Tata Kelola

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis.  (oleh ai-rentak.id)

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis. (oleh ai-rentak.id)

JAKARTA – Anggota Investigasi dan Klarifikasi DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi DKI Jakarta, Abd Rahman, menyesalkan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa-siswi di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Menurutnya, peristiwa tersebut cukup memprihatinkan dan harus menjadi bahan evaluasi serius pemerintah.

Rahman menjelaskan, hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi para siswa tidak lagi layak konsumsi. Hal ini menguatkan dugaan adanya masalah dalam proses pengolahan hingga distribusi menu MBG yang sudah berjalan sejak Januari 2025.

“Faktor jarak distribusi yang terlalu jauh, sarana pengangkutan tanpa pengatur suhu, serta jumlah porsi masak yang sangat besar berkontribusi terhadap penurunan kualitas makanan,” ujar Ad Rahman , Rabu (1/10/2025)

Ia menambahkan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seharusnya mampu memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Namun, dalam praktiknya, fungsi ahli gizi di setiap SPPG dinilai belum berjalan maksimal.

“Kalau ahli gizi berfungsi dengan baik, tidak akan terjadi keracunan. Kita harap dengan adanya evaluasi, jangan sampai peran mereka kembali diabaikan,” tegasnya.

Rahman juga mengingatkan bahwa menjaga mutu makanan untuk anak-anak tidak bisa dianggap sepele. Proses dari makanan matang hingga sampai ke tangan siswa harus dikendalikan dengan baik.

“Jika makanan panas langsung ditutup, risikonya cepat basi. Namun bila terlalu lama dibiarkan terbuka, potensi bakteri menempel juga semakin besar,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya tata kelola yang lebih rapi, mulai dari proses memasak, distribusi, hingga pengawasan mutu. Tanpa sistem yang jelas, kata dia, risiko penurunan kualitas makanan akan terus berulang.

Meski demikian, Rahman menegaskan pihaknya tetap mendukung program MBG. “Ini program mulia untuk mencetak generasi cemerlang 2045 melalui perbaikan gizi. Hanya saja, tata kelolanya harus segera dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Warga Makassar Padati Gerakan Pangan Murah, BULOG Bagikan 300 Paket Beras
Karhutla Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, DPR Desak Pemerintah Berbenah
ATR/BPN Cegah Kerugian Rp23,3 Triliun, Ribuan Kasus Tanah Masih Menggantung
Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia
Beras SPHP Punya Kemasan Baru, BULOG Perkenalkan Beras Kita Medium
Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Warga Makassar Padati Gerakan Pangan Murah, BULOG Bagikan 300 Paket Beras

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Karhutla Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, DPR Desak Pemerintah Berbenah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:44 WIB

ATR/BPN Cegah Kerugian Rp23,3 Triliun, Ribuan Kasus Tanah Masih Menggantung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia

Berita Terbaru