Kementerian PUPR Bangun 9 Sabo Dam di Sumbar untuk Antisipasi Lahar Dingin Gunung Marapi

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai di Kabupaten Tanah Datar (dok. kemen pu)

Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai di Kabupaten Tanah Datar (dok. kemen pu)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sembilan unit sabo dam di dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni Tanah Datar dan Agam, guna melindungi ribuan warga dari ancaman banjir lahar pascaerupsi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo saat meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai di Kabupaten Tanah Datar dalam kunjungan kerjanya ke Sumbar, Jumat hingga Minggu (2–4 Mei 2025). Ia menegaskan, pembangunan akan diprioritaskan di titik-titik rawan banjir lahar, yang terdampak langsung oleh erupsi Marapi pada Mei 2024 lalu.

“Kami rencanakan membangun enam sabo dam di Tanah Datar dan tiga lagi di Kabupaten Agam,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya, Senin (5/5/20250.

“Setiap sabo dam memerlukan anggaran sekitar Rp25 miliar. Kalau lahannya sudah siap, Insya Allah segera kita mulai pembangunannya.”

Menurut Dody, kondisi Gunung Marapi yang masih aktif menuntut langkah antisipasi yang cepat dan terukur. Ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V mempercepat proses fisik pembangunan.

“Tadi kami mendapat laporan dari Komisi V DPR RI, di atas gunung masih ada sekitar satu juta meter kubik abu vulkanik. Kalau tidak ditangani, itu bisa menjadi ancaman serius,” kata Dody. “Karena itu, sabo dam ini penting sebagai pelindung masyarakat dari bencana golodo.”

Pembangunan enam sabo dam di Tanah Datar akan tersebar di beberapa aliran sungai, yaitu tiga unit di Batang Malana, dua unit di Batang Anai, dan satu unit River Training Works di Batang Pagu-Pagu. Sementara tiga sabo dam lainnya di Agam akan dibangun di Batang Katik.

Secara teknis, sabo dam dibangun secara bertingkat di tengah badan sungai. Struktur ini berfungsi menahan material vulkanik seperti pasir, batu, dan abu, namun tetap mengalirkan air di permukaan. Jika debit material terlalu besar, air akan dialirkan melalui bagian atas bendung (overtopping), sehingga mencegah luapan dan potensi banjir lahar di wilayah hilir.

Peninjauan ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo. ***

Berita Terkait

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA
Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat
Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing
3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029
Irman Gusman: Pariwisata Sumatera Barat Punya Potensi Besar, Mentawai Bisa Jadi Destinasi Global
Kuliah Umum di UNWAHAS, Nusron Wahid Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Tanah

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:59 WIB

Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Senin, 4 Mei 2026 - 07:24 WIB

3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:22 WIB

Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029

Berita Terbaru