RENTAKA.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan pendaftaran mahasiswa untuk Program Kampus Mengajar Angkatan ke-7 pada hari Rabu (1/11/2023).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa program sarjana dan vokasi di seluruh Indonesia diundang untuk belajar di luar kelas dan mengembangkan kompetensi mereka melalui kegiatan asistensi pelajaran bersama guru di unit pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sejak tahun 2020, Program Kampus Mengajar telah melibatkan lebih dari 112.000 mahasiswa di lebih dari 23.000 sekolah sasaran.
Dari tugas ini, Kemendikbudristek mengantisipasi beberapa hasil yang dapat dicapai, seperti meningkatkan literasi dan numerasi siswa di sekolah, pengembangan keterampilan dan penguatan karakter siswa, serta peningkatan kompetensi mahasiswa untuk mendapatkan persiapan yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja.
“Pembelajaran yang diikuti oleh mahasiswa selama bergabung diharapkan akan mengasah berbagai kompetensi mereka, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama, kepemimpinan, cara berpikir kreatif, dan pemecahan masalah,” jelas Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani dalam pernyataannya, Kamis (2/11/2023).
Suning menambahkan, pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti Program Kampus Mengajar dapat menjadi kisah unik yang memperkuat kepedulian sosial akan kondisi pendidikan di Indonesia.
“Perjalanan dengan cerita sebagai proses belajar yang akan mahasiswa jalani melalui program ini, diharapkan menjadi perjalanan dalam menemukan makna penting pendidikan,” kata Suning.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala Program Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri. Menurutnya, keberadaan mahasiswa bisa menjadi penghubung antara anak-anak sekolah dan cita-cita mereka.
“Kehadiran mahasiswa akan membawa anak-anak di berbagai penjuru Nusantara ke dunia yang lebih luas, memberikan keyakinan bahwa impian dapat diwujudkan,” ungkap Asri.
Dengan target 5.000 sekolah sasaran, Kemendikbudristek yakin dampak pelaksanaan angkatan ketujuh akan terus meningkat, terutama melibatkan SMK sebagai sekolah sasaran sejak penugasan angkatan keenam.






