Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Kepri Amati Hilal Awal Syawal di Tanjung Setumu. (dok. kemenag kepri)

Ilustrasi Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Kepri Amati Hilal Awal Syawal di Tanjung Setumu. (dok. kemenag kepri)

RENTAK.ID – Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang isbat ini akan dihadiri berbagai elemen masyarakat.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini melibatkan perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” ujar Abu di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Sidang isbat akan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pemaparan data astronomi mengenai posisi hilal.

Tahap kedua berupa verifikasi hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia.

Tahap terakhir adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada masyarakat.

“Proses ini memastikan bahwa penetapan awal Ramadan didasarkan pada metode hisab dan rukyat, sesuai dengan Fatwa MUI No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah,” jelas Abu Rokhmad.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar), Arsad Hidayat, menambahkan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak terjadi pada 28 Februari 2025 sekitar pukul 07.44 WIB.

Pada hari tersebut, ketinggian hilal di seluruh Indonesia berada di kisaran 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

“Secara astronomi, ada kemungkinan besar hilal terlihat. Namun, kita tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat yang akan disampaikan Menteri Agama,” ujar Arsad.

Kemenag juga telah menyiapkan tim pemantau hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag setempat.

Hasil pengamatan ini akan menjadi dasar penting dalam musyawarah penetapan awal Ramadan.

Abu Rokhmad mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman resmi pemerintah agar pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini dapat berlangsung secara serentak.

“Kita berharap umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa dengan kebersamaan, sesuai hasil sidang isbat,” tutupnya.”***

Berita Terkait

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi
Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret
Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”
Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial
Dai 3T Bergerak: Penguatan Iman dan Nasionalisme dari Pinggiran Indonesia
Dari Hisab ke Rukyat, Gen Z Dalami Ilmu Penentuan Awal Ramadan
Kemenag Salurkan Rp596 Juta, Pulihkan Madrasah dan Guru Korban Banjir–Longsor Bandung Barat

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:12 WIB

Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:14 WIB

Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru