BOGOR – Masjid bukan sekadar tempat beribadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial masyarakat. Hal inilah yang mendorong warga Beranda Ganesha 2 di Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Tegal, Kemang, Bogor, untuk bahu-membahu membangun masjid di lingkungan mereka. Gotong royong yang penuh semangat ini berlangsung pada Minggu (2/2/2025), menunjukkan kuatnya solidaritas warga dalam mewujudkan rumah ibadah yang nyaman.
“Kami merencanakan pembangunan masjid dua lantai dengan luas tanah 9×16 meter, total 144 meter persegi. Harapannya, sebelum tahun ini berakhir, masjid ini sudah bisa digunakan untuk shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujar Islahuddin, tokoh agama sekaligus panitia pembangunan masjid.
Antusiasme warga terlihat jelas di lokasi pembangunan. Mereka tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga mendukung secara materi dan pikiran. “Dengan adanya masjid ini, kami tidak perlu lagi berjalan jauh untuk melaksanakan shalat berjamaah. Semoga nantinya bisa menampung banyak jamaah, terutama saat shalat Jumat,” tutur salah satu warga yang turut bergotong royong.
Jejak Sejarah dan Keutamaan Membangun Masjid
Membangun masjid memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam. Masjid Quba di Madinah, yang didirikan oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriyah (622 M), menjadi simbol pertama dari pentingnya rumah ibadah dalam kehidupan umat Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, walaupun hanya sebesar lubang tempat burung bertelur, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah No. 738, sanad shahih menurut Al-Hafizh Abu Thahir).
Tak hanya dalam hadits, Al-Qur’an juga menegaskan keutamaan memakmurkan masjid:
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9]: 18)
Membangun dan merawat masjid tentu bukan hanya tanggung jawab orang yang mampu secara finansial. Siapa pun, baik dengan harta, tenaga, maupun pikiran, memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala sedekah jariyah, pahala yang terus mengalir meski pelakunya telah tiada.
Ajak Partisipasi Lebih Luas
Masjid yang sedang dibangun ini berada dalam naungan Yayasan Beranda Raudhatul Umat. Islahuddin mengajak siapa saja yang ingin berkontribusi, baik dalam bentuk dana, tenaga, maupun ide, untuk bergabung dalam proyek mulia ini.
“Kami sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin berinfak. Bagi yang ingin berdonasi atau berpartisipasi, silakan hubungi kami di 0857-1635-2483,” tutup Islahuddin.
Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus karena Allah, masjid ini diharapkan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan spiritual warga Beranda Ganesha 2, serta menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah warisan luhur yang terus hidup dalam masyarakat. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia Lubis
Editor : Erka






