Jelang Ramadhan 1446 H , Tradisi Ziarah Kubur Kembali Marak di Indonesia, Ini Doa dan Adab Masuk Kuburan

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang Ramadhan 1446 H , Tradisi Ziarah Kubur Kembali Marak di Indonesia, Ini Doa dan Adab Masuk Kuburan. (Antara News)

Jelang Ramadhan 1446 H , Tradisi Ziarah Kubur Kembali Marak di Indonesia, Ini Doa dan Adab Masuk Kuburan. (Antara News)

RENTAK.ID – Tradisi ziarah kubur atau nyekar merupakan salah satu tradisi yang masih kuat dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama saat menjelang bulan Ramadhan.

Ziarah kubur dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada leluhur serta keluarga yang telah meninggal dunia.

Menjelang bulan Ramadhan 2025, diperkirakan tradisi ziarah kubur akan kembali marak di berbagai daerah di Indonesia.

Masyarakat akan berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga untuk membersihkan, menabur bunga, dan mendoakan arwah yang telah berpulang.

Beberapa Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur yang Perlu Diketahui

Dalam melakukan ziarah kubur, terdapat beberapa adab dan tata cara yang perlu diperhatikan oleh umat Muslim. Berikut adalah beberapa di antaranya:

* Niat yang Ikhlas
Sebelum melakukan ziarah kubur, seorang Muslim harus berniat ikhlas hanya karena Allah SWT. Niat yang benar adalah untuk mengingatkan diri sendiri tentang kematian dan mendoakan almarhum, bukan untuk tujuan-tujuan lain seperti meminta bantuan dari orang yang sudah meninggal.

* Membaca Doa atau Salam Ketika Memasuki Area Pemakaman
Saat memasuki area pemakaman, disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut:

“Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin wa atakum ma tu’aduna ghadan muajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li ahli Baqi’il Gharqad”

Artinya: “Semoga keselamatan bagi kamu sekalian wahai negeri kaum yang beriman, dan akan datang apa yang dijanjikan kepada kamu sekalian dengan segera. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kamu sekalian. Yaa Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama kuburan).” [HR. Muslim]

* Menjaga Sikap dan Perilaku
Ketika berada di area pemakaman, seorang Muslim harus menjaga sikap dan perilakunya. Hindari berbicara keras, tertawa, atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan. Berbicara dengan suara lembut dan hormat adalah bagian dari adab ziarah kubur.

* Membaca Al-Qur’an dan Doa
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Surah Al-Fatihah, Yasin, dan lainnya serta mendoakan kebaikan bagi almarhum adalah amalan yang sangat dianjurkan. Doa yang bisa dibaca adalah:
“Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.”
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

* Tidak Menghiasi atau Menandai Kuburan Secara Berlebihan
Rasulullah SAW melarang umatnya untuk menghiasi atau menandai kuburan secara berlebihan. Kuburan seharusnya sederhana dan tidak dijadikan tempat untuk pamer kekayaan atau status sosial.

* Tidak Meminta atau Berdoa kepada Orang yang Telah Meninggal
Islam mengajarkan bahwa doa hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, meminta atau berdoa kepada orang yang telah meninggal adalah perbuatan yang dilarang. Ziarah kubur seharusnya menjadi kesempatan untuk mendoakan almarhum, bukan untuk meminta pertolongan dari mereka.

* Menjaga Kebersihan dan Kerapian Area Pemakaman
Menjaga kebersihan dan kerapian area pemakaman adalah bagian dari adab ziarah kubur. Jangan meninggalkan sampah atau merusak tanaman di sekitar kuburan. Hal ini mencerminkan sikap hormat terhadap orang yang telah meninggal dan keluarganya.

Tradisi Ziarah Kubur yang Positif
Tradisi ziarah kubur memiliki nilai positif dalam mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Momen ziarah kubur juga menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk berkumpul, berdoa, dan mengenang kembali jasa-jasa leluhur.

Namun, perlu diingat bahwa ziarah kubur bukanlah ritual yang bersifat wajib dalam agama Islam. Ziarah kubur lebih diutamakan sebagai pengingat akan kematian dan kehidupan akhirat.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin melaksanakan ziarah kubur menjelang Ramadhan 2025.

Editor : Ayham

Sumber Berita: Antaranews.com

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru