Jagongan Wagen 154 Hadirkan Kabaret Kehidupan “The Rest of Our Lives” di Yogyakarta

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan The Rest of Our Lives (dok. psbk)

Pertunjukan The Rest of Our Lives (dok. psbk)

YOGYAKARTA — Jagongan Wagen episode 154 kembali hadir dengan suguhan berbeda. Kali ini, publik akan diajak menyaksikan “The Rest of Our Lives”, sebuah pertunjukan kabaret kehidupan yang memadukan tari, teater, sirkus, badut, stand up comedy, hingga permainan dengan balutan humor dan refleksi tentang hidup, mati, serta proses menua.

Acara ini digelar di Pendopo Diponegoro, PSBK Yogyakarta, pada Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB. Penonton dapat mulai masuk sejak pukul 18.00 WIB. Karena tempat terbatas, pihak penyelenggara membuka sistem reservasi melalui tautan resmi atau situs psbk.or.id.

Perayaan Hidup dan Humor

“The Rest of Our Lives” diciptakan dan ditampilkan oleh dua seniman internasional asal Inggris, Jo Fong (penari) dan George Orange (badut). Keduanya menghadirkan panggung penuh energi, refleksi, sekaligus kegembiraan tentang kehidupan paruh baya.

“Pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tapi juga perayaan hidup dengan cara yang eklektik, spontan, dan kadang tak terduga,” tulis penyelenggara dalam keterangan resminya.

Dengan iringan soundtrack lagu-lagu populer, sentuhan humor, hingga gimmick unik seperti buku tiket undian, keduanya mengajak penonton merenungkan pertanyaan sederhana namun mendalam: apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup?

Profil Seniman

  • Jo Fong adalah penari asal Wales yang dikenal dengan karya-karya kolaboratif seperti “How Shall We Begin Again?” dan “Ways of Being Together”. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, dukungan, dan kolaborasi sebagai jalan menuju pemulihan dan perubahan sosial.

  • George Orange merupakan seniman sirkus, badut, sekaligus sutradara kreatif. Ia pernah bekerja bersama NoFit State Circus, mengajar di Circomedia, serta mendirikan Mary Bijou Cabaret. Beberapa karyanya yang dikenal luas antara lain “Man On The Moon” dan “Grumpy Unicorns”.

Ajak Keluarga Menyaksikan

Jagongan Wagen 154 mengundang masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan kerabat. “Kita akan menari bersama, merayakan kehidupan dengan tawa, refleksi, dan kebersamaan,” ungkap penyelenggara.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya
Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”
Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun
Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak
Ketua Teater Imago Medan Tanggapi Aspirasi Kolaborasi dengan TENA: “Kapal Seni Perlu Bahan Bakar, Bukan Sekadar Ide”
Naskah Monolog “Pisang Terakhir”
Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Kepuasan Jamaah Capai 88,46

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 08:28 WIB

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:56 WIB

Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”

Senin, 22 Desember 2025 - 07:07 WIB

Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:01 WIB

Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Rabu, 12 November 2025 - 19:23 WIB

Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak

Berita Terbaru