JAKARTA – Institut Publik Transportasi (Instran) mengadakan Diskusi Publik bertajuk “Akselerasi Peran Strategis DAMRI untuk Pembangunan Negeri” pada Selasa (3/12/2024) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini menghadirkan berbagai narasumber dari kementerian, DPR RI, serta pakar transportasi, dengan Ki Darmaningtyas, Ketua Instran, sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Ki Darmaningtyas menekankan pentingnya peran DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) sebagai tulang punggung transportasi nasional, khususnya di wilayah terpencil.
“Diskusi ini bertujuan merumuskan langkah strategis yang dapat memperkuat peran DAMRI dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Paparan Narasumber
Direktur Angkutan Jalan dari Kementerian Perhubungan membuka sesi diskusi dengan topik “Peningkatan Jaringan Angkutan Perintis hingga ke Pulau-Pulau Kecil Selain 3TP.” Ia menyoroti pentingnya memperluas akses transportasi di wilayah terpencil.
“Transportasi perintis adalah jembatan utama bagi masyarakat di pulau-pulau kecil untuk mendapatkan akses yang lebih baik,” jelasnya.
Deputi BNPP, Drs. Indra Purnama, menyampaikan materi tentang “Sinergi Pembangunan Kewilayahan dan Kebutuhan Transportasi” dengan menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk wilayah perbatasan.
“Kawasan perbatasan adalah etalase negara yang memerlukan transportasi andal guna mendorong pertumbuhan ekonomi,”* ungkapnya.
Dari Kementerian BUMN, Asisten Deputi Desty Arlaini membahas “Optimalisasi Penugasan DAMRI dalam Penguatan Pembangunan Daerah.” Menurutnya, DAMRI tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik di daerah terpencil.
Direktur PPKT Kementerian Transmigrasi, Robi Suherman Ponglabba, menyoroti pentingnya transportasi di kawasan transmigrasi. Sementara itu, perwakilan dari Kementerian PUPR, Syauqi Kamal, memaparkan perlunya peningkatan infrastruktur jalan daerah untuk mendukung angkutan barang bersubsidi.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyoroti tantangan yang dihadapi DAMRI, seperti keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi kendala tersebut.
Sebagai penutup, Ki Darmaningtyas menyatakan bahwa hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah. “Kami berharap diskusi ini menjadi langkah awal membangun transportasi yang lebih inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Diskusi ini menghadirkan lima pembicara utama:
- Robi Suherman Ponglabba, S.T, M.T – Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi.
- Desty Arlaini – Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik, Kementerian BUMN.
- Irly Saritini – Kasubdit Angkutan Orang Antar Kota, Kementerian Perhubungan.
- Drs. Indra Purnama – Plh. Deputi Bidang Infrastruktur Kawasan Perbatasan, BNPP.
- Syauqi Kamal – Kasubdit Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan, Kementerian PUPR.
Diskusi juga dilengkapi pandangan dari Djoko Setijowarno (Akademisi Unika Soegijapranata) dan dimoderasi oleh Ki Darmaningtyas. ***













