Ini 10 Inovasi Guru Raih Penghargaan ITSF 2024: Dari Robotik hingga Energi Alternatif!

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi memberikan penghargaan kepada sepuluh guru berprestasi dalam ajang Science Education Award 2024. (dok.kemendikdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi memberikan penghargaan kepada sepuluh guru berprestasi dalam ajang Science Education Award 2024. (dok.kemendikdasmen)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi memberikan penghargaan kepada sepuluh guru berprestasi dalam ajang Science Education Award 2024 yang diselenggarakan Indonesia Toray Science Foundation (ITSF).

Acara tahunan ini, yang memasuki tahun ke-15, mencatat rekor partisipasi dengan 1.235 pendaftar dari seluruh Indonesia, mencakup tiga kategori: Programme Science and Technology Award, Science and Technology Research Grant, dan LScience Education Award.

Dalam sambutannya di Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta, Mu’ti menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah-swasta dalam memajukan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

“ITSF bukan sekadar mitra, tetapi pionir dalam membuka jalan bagi ekosistem riset dan inovasi pendidikan. Selama 15 tahun, lebih dari 300 guru dan peneliti telah mendapat dukungan dana riset dan apresiasi. Ini adalah bukti nyata sinergi untuk SDM unggul,” ujarnya di hadapan 500 tamu undangan, termasuk perwakilan Kemenristek, akademisi, dan pelaku industri.

Mu’ti menekankan bahwa transformasi pendidikan STEM harus dimulai dari peningkatan kapasitas guru.

“Tantangan era digital menuntut guru tidak hanya menguasai konten, tetapi juga metodologi kreatif. Misalnya, menggunakan AI untuk simulasi fisika atau eksperimen virtual berbasis IoT. Guru inovatif adalah kunci membangun critical thinking* siswa,” paparnya.

Data Kemendikdasmen mencatat, hanya 34% guru sains di Indonesia yang telah terlatih dalam pendekatan STEM terintegrasi, sehingga program pelatihan bersama ITSF menjadi prioritas tahun 2024.

Daftar Pemenang Science Education Award 2024

Sepuluh guru yang berhasil menyisihkan ratusan pesaing menerima trophy, sertifikat, dan dana pengembangan riset sebesar Rp 75 juta per orang. Berikut daftar lengkap pemenang beserta inovasi mereka:
1. Adryansyah Abraham (SMA Swasta Kristen Immanuel, Kalbar) – *Robotik Pemantau Kebakaran Hutan Berbasis Sensor Gas.
2. Ayuk Ratna Puspaningsih (SMA Negeri Bali Mandara) – Modul Pembelajaran Bioteknologi dengan Bahan Lokal Bali.
3. Dewi Suryana (SMA Avicenna Cinere Depok, Jabar) – Aplikasi “ChemAR” untuk Visualisasi 3D Molekul via Augmented Reality.
4. Haryanti** (SMA Negeri 6 Palopo, Sulsel) – *Eksperimen Low-Cost: Konversi Limbah Kulit Kakao menjadi Bioplastik.
5. Herlina Tumiur Ritonga (SMP Negeri 1 Sidikalang, Sumut) – Kotak Hitung Matematika Interaktif untuk Siswa Disabilitas.
6. Maisaroh (MTs Darul Fikri Ponorogo, Jatim) – Pembelajaran Astronomi melalui Observatorium Mini Berbahan Daur Ulang.
7. Nurlela Ramadani Marpaung (SMA Negeri 2 Bandar, Sumut) – *Teknik Fermentasi Sampah Organik menjadi Pupuk Cair dengan Mikroba Lokal*.
8. Rachma Indah Kurnia (SMA Negeri Kedungadem, Jatim) – Simulasi Mitigasi Bencana Gempa via Game Digital “EarthGuardian”.
9. Risat Kasiang** (SMA Negeri 6 Halmahera Utara, Malut) – Pemanfaatan Tanaman Endemik Halmahera sebagai Sumber Energi Alternatif.
10. Tsaniyah Nur Kholifah** (MAN 2 Kota Malang, Jatim) – Karya Tulis “Integrasi Filsafat Islam dan Sains Modern” untuk Kurikulum Madrasah*.

Komitmen ITSF untuk Pendidikan Indonesia

Direktur ITSF, Hiroaki Takeda, dalam wawancara eksklusif menyatakan, “Tahun ini, kami meningkatkan total dana hibah riset menjadi Rp 12 miliar. Selain guru, kami juga mendanai 25 proposal peneliti muda di bidang material science dan renewable energy.”

Sejak 2009, ITSF telah menginvestasikan Rp 178 miliar untuk pengembangan sains di Indonesia.

Menutup acara, Mu’ti mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem riset. “Mari kita ubah paradigma: dari guru sebagai pengajar menjadi guru sebagai ilmuwan. Setiap kelas harus menjadi laboratorium inovasi!” serunya, disambut tepuk tangan meriah. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru