RENTAK.ID – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), Suharti, menerima audiensi dari H.E. Prof. Fekadu Beyene Aleka, Duta Besar Federal Democratic Republic of Ethiopia untuk Indonesia.
Pada pertemuan ini, Duta Besar Aleka menyampaikan ketertarikannya untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara dalam bidang pendidikan tinggi, vokasi, kebudayaan, dan peluang beasiswa bagi warga negara Ethiopia.
Suharti pada kesempatan ini menjabarkan, bahwa program transformasi pendidikan Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui kebijakan Merdeka Belajar dengan tujuan untuk mengubah sistem pendidikan menjadi lebih inklusif, dengan memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menentukan pengalaman belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Dengan diterapkan Merdeka Belajar, Indonesia berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempelajari kompetensi dasar, menjadi pemelajar mandiri sepanjang hayat, dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kebijakan baru ini, ada banyak perubahan transformatif yang telah dilakukan pada ekosistem pendidikan termasuk peningkatan kapasitas guru, pedagogi, kurikulum, dan sistem evaluasi”, jelasnya, Jumat (15/12/2023).
Di samping itu, Suharti juga memaparkan bahwa Indonesia menyediakan dua jenis beasiswa untuk mahasiswa asing, yaitu beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) untuk program Sarjana dan Magister, yang mana sejak tahun 2017 hingga 2022, terdapat 18 peserta dari Ethiopia yang berpartisipasi pada program beasiswa KNB.
Total jumlah peserta dari Ethiopia pada program beasiswa Darmasiswa dari tahun 1974 hingga 2020 adalah sebesar 23 orang. Selain itu, ada juga Beasiswa Darmasiswa untuk program nondegree di mana mahasiswa asing bisa belajar bahasa Indonesia, seni, dan budaya Indonesia selama setahun di perguruan tinggi Indonesia.
“Kami mengundang mahasiswa Ethiopia untuk berpartisipasi dalam kedua program beasiswa tersebut pada tahun depan. Dalam rangka meningkatkan kerja sama antarperguruan tinggi, baik akademik maupun vokasi dapat ditingkatkan di antar kedua negara,” ujar Suharti.
Di bidang kebudayaan, Indonesia juga menawarkan kerja sama dalam hal pelestarian warisan takbenda yang memiliki kemiripan dengan warisan takbenda Indonesia, contohnya melalui joint performance Angklung atau residensi pengiriman seniman Indonesia untuk mengajarkan seni budaya Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Duta Besar Aleka menyambut baik tawaran beasiswa dari Indonesia dan juga mengapresiasi transformasi pendidikan yang sedang dilakukan di Indonesia. Di masa mendatang, kedua negara sepakat untuk terus melakukan identifikasi terhadap potensi kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan yang dapat dilakukan. ***













