BEKASI – Suasana penuh keceriaan terasa di Kampung Bulok Poncol, Jati Rahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu malam (28/8/2026).
Ratusan warga berkumpul mengikuti malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikemas dengan hiburan, kebersamaan, hingga pembagian hadiah.
Malam puncak tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan kemerdekaan yang digelar warga Kampung Bulok Poncol. Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, acara berlangsung meriah dengan suguhan tarian, musik, serta penyerahan puluhan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan.
Keseruan warga semakin bertambah saat panitia menyiapkan doorprize dengan hadiah menarik. Warga pun tampak antusias mengikuti acara hingga akhir, berharap namanya menjadi salah satu penerima hadiah.
Ratusan warga dari Kampung Bulok Poncol dan lingkungan sekitar hadir dalam kegiatan tersebut. Acara dipandu dua pembawa acara, Lidya dan Azhar, sementara doa bersama dipimpin Mustofa.
Bukan sekadar hiburan, malam puncak ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan semangat kemerdekaan kepada generasi muda.
Ketua Panitia, Rahma Aulia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan hingga malam puncak.
“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam acara malam puncak memperingati HUT RI ke-81 dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan,” ujar Rahma.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, para donatur, tamu undangan, pembimbing, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras.
“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-Ibu Ketua RT dan Ketua RW atas izin, arahan serta dukungannya. Terima kasih juga kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan, baik berupa materi, fasilitas maupun dukungan lainnya,” katanya.
Rahma juga mengakui bahwa pelaksanaan kegiatan masih memiliki kekurangan. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan tamu undangan apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Saya menyadari dalam pelaksanaan acara ini mungkin terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami seluruh jajaran panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama rangkaian acara,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi mampu memperkuat hubungan antarwarga.
“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, memberikan manfaat serta semakin mempererat silaturahmi dan kekompakan kita semua,” ujar Rahma.
Ketua RT Dorong Warga Terus Kompak
Ketua RT 11 RW 18 Bulak Ponco, Jati Rahayu, Pondok Melati, Bekasi, Julianto memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga dan kerja keras panitia dalam menyukseskan kegiatan kemerdekaan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan dan partisipasi warga.
“Saya selaku pengurus lingkungan apa daya kalau memang sendiri. Tidak mungkin saya bisa menjalankan semua ini tanpa partisipasi daripada warga dan rekan-rekan sekalian,” kata Julianto.
Ia berharap seluruh niat baik warga dalam menyelenggarakan kegiatan kemerdekaan mendapatkan ridha dari Allah SWT.
“Apapun yang ada di sini, mudah-mudahan apa yang kita niatkan semua mendapatkan ridha dari Allah SWT,” ujarnya.
Julianto juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan maupun penyediaan hidangan bagi para tamu dan warga.
Menurutnya, kekurangan yang terjadi menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya bisa semakin baik.
“Mohon maaf bila ada kekurangan. Mudah-mudahan semua ini menjadi evaluasi kita untuk di tahun yang akan datang,” katanya.
Suasana semakin meriah ketika Julianto mengingatkan warga agar tidak buru-buru meninggalkan lokasi karena panitia masih menyiapkan doorprize.
“Kalau bisa jangan pulang dulu. Insya Allah ada doorprize,” ucapnya, disambut antusias warga.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kebudayaan lokal sebagai bagian dari semangat kemerdekaan. Menurutnya, pelestarian budaya perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Memang untuk meningkatkan kebudayaan harus menunjukkan bahwa kita mampu ke depan lebih baik lagi. Mudah-mudahan generasi-generasi yang ada di sini, khususnya di wilayah RT 11, bisa terus bersinergi,” tuturnya.
RW 18 Apresiasi Semangat Warga
Sementara itu, Ketua RW 18, Iwan Pramono Hadi, memberikan apresiasi kepada warga RT 11, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Untuk malam ini khusus RT 11, Pak Anto selaku Ketua RT, apresiasi juga dari saya kepada Karang Taruna khususnya kepada Nitya dan jajarannya, serta kepada Bapak-Ibu warga RT 11 yang sudah semangat untuk mengisi kemerdekaan,” kata Iwan.
Ia mengatakan, kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Ini adalah agenda wajib dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus kita juga mengenang dan berdoa kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurut Iwan, semangat kemerdekaan juga perlu ditanamkan kepada anak-anak agar mereka memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Inilah semangat kita untuk terus mengenang dan berdoa dalam mengenang jasa-jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan sampai darah titik penghabisan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga membawa kabar baik bagi warga RT 11 dan RW 18.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Posyandu Sakura 2 yang berada di wilayah RT 11 ditargetkan mulai direalisasikan pada September 2026.
“Insya Allah, di tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kita mendapat hadiah, yaitu Gedung Posyandu Sakura 2 yang kebetulan terletak di RT 11. Tepuk tangan dong,” ujar Iwan, yang langsung disambut tepuk tangan warga.
Ia menjelaskan, informasi tersebut diperolehnya setelah mendapat komunikasi dari dinas terkait mengenai rencana pembangunan fasilitas tersebut.
“Dari dinas sudah menghubungi saya bahwasannya pembangunan itu akan terealisasi di bulan September,” katanya.
Selain pembangunan posyandu, Iwan menyebut terdapat sejumlah rencana pembenahan lingkungan yang menjadi kabar baik bagi warga, termasuk pagar dan gapura melalui semangat gotong royong.
“Jadi ada tiga hadiah di tahun kemerdekaan yang ke-81 ini, yaitu gedung posyandu, pagar dan gapura melalui gotong royong,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Iwan mengajak seluruh warga mempertahankan kerukunan dan kekompakan serta terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan.
“Tetap semangat, jangan lupa selalu dalam kegiatan kita yang positif apapun itu. Bisa kita sama-sama jaga bersama dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya.
Malam puncak HUT ke-81 RI di Kampung Bulok Poncol pun berlangsung hangat. Tawa, tepuk tangan, hiburan, pembagian hadiah dan doorprize menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan yang sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga.
Bagi warga Bulok Poncol, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan membangun lingkungan secara bersama-sama.
Penulis : lazir
Editor : ameri












