Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 7 Juli 2026 Mulai Rp1,385 Juta, Buyback Tembus Rp2,39 Juta per Gram

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas (foto. masterimportir)

Emas (foto. masterimportir)

JAKARTA – Harga emas Antam hari ini Selasa 7 Juli 2026 dijual Rp2,67 juta per gram. Simak daftar harga terbaru emas Antam, UBS, Galeri24, serta harga buyback dan pergerakan emas dunia.

Harga emas Antam hari ini, Selasa (7/7/2026), masih menjadi perhatian investor dan masyarakat yang ingin berinvestasi pada logam mulia.

Berdasarkan harga resmi Logam Mulia, emas batangan Antam dijual mulai Rp1.385.000 untuk ukuran 0,5 gram, sedangkan ukuran 1 gram dibanderol Rp2.670.000 sebelum pajak.

Di berbagai platform penjualan, harga emas Antam 1 gram berada di kisaran Rp2.670.000 hingga Rp2.777.000, tergantung lokasi dan layanan pembelian.

Sementara di Pegadaian, emas merek UBS dan Galeri24 juga menjadi alternatif dengan harga yang sedikit berbeda.

Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia, berikut harga dasar emas batangan Antam (belum termasuk PPh 0,25%):

0,5 gram: Rp1.385.000

1 gram: Rp2.670.000

5 gram: Rp13.125.000

10 gram: Rp26.195.000.

Sementara itu, harga emas UBS 1 gram di Pegadaian tercatat Rp2.667.000, sedangkan emas Galeri24 ukuran yang sama dijual Rp2.653.000.

Dari sisi penjualan kembali (buyback), harga buyback emas Antam berada di kisaran Rp2.390.500 per gram, sehingga menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin mencairkan investasi emasnya.

Pergerakan harga emas domestik masih dipengaruhi dinamika pasar global. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia diperdagangkan di kisaran US$4.140 per troy ounce setelah tertekan penguatan dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve masih menjadi faktor yang menopang harga logam mulia dalam jangka menengah.

Analis menilai emas tetap menjadi instrumen investasi yang diminati sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama ketika ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan masih berlangsung.

Oleh karena itu, investor disarankan terus memantau pergerakan harga emas dunia, nilai tukar dolar AS, serta kebijakan bank sentral sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual emas.

 

Penulis : dafri jh

Editor : regardo

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Berita Terbaru