Hama Tikus Mengganas, Petani di Karawang Menjerit Gagal Panen

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang – Dulu dikenal sebagai “lumbung padi nasional”, kini wajah Karawang telah banyak berubah. Lahan-lahan subur yang dulunya hijau membentang, kini perlahan-lahan tergantikan oleh deretan pabrik dan perumahan modern, terutama di sepanjang Jalan Kampung Salagedang, Kecamatan Purwasari. Perubahan fungsi lahan pertanian ini semakin memperkuat citra baru Karawang sebagai kota industri.

Minimnya perhatian pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran petani turut mempercepat alih fungsi lahan. Tak hanya kehilangan lahan, para petani yang masih bertahan pun dihadapkan pada tantangan berat, biaya produksi kian membumbung tinggi. Mulai dari sewa traktor, harga pupuk yang melonjak, hingga perawatan tanaman padi yang tak murah, menjadi beban tersendiri.

Di tengah segala keterbatasan itu, serangan hama tikus menjadi momok baru yang menghantui para petani. Dalam kunjungan kami ke Kampung Jarakah, Desa Sindangkarya, Kecamatan Lemahabang, seorang petani senior, Bapak H. Rahman, mengungkapkan keresahannya.

“Panen kemarin, banyak petani yang gagal total. Hama tikus menyerang tanpa ampun. Sekarang musim tanam baru pun, belum ada perubahan, tikus masih merajalela,” ungkapnya sambil menunjukkan perangkap tikus yang sudah penuh hasil tangkapan.

“Kami ini sudah lelah. Kami butuh perhatian, minimal dari aparat desa. Jangan sampai kami dibiarkan berjuang sendiri,” lanjutnya dengan nada penuh harap.

Gejala serangan hama tikus pada tanaman padi bisa dikenali dari beberapa tanda, seperti tanaman yang rusak dari bagian tengah petak, batang tanaman yang terpotong miring, serta area tanaman yang tampak gundul. Selain itu, ditemukan juga jejak kaki, lubang aktif, hingga kotoran tikus yang mengindikasikan keberadaan mereka.

Ledakan populasi tikus ini tak lepas dari terganggunya rantai makanan alami. Ular sawah, predator alami tikus, kini sulit ditemukan. Tradisi gotong royong warga untuk menggali lubang dan memasukkan asap ke sarang tikus pun sudah tak dilakukan lagi.

Namun, bukan berarti para petani menyerah. Mereka mencoba berbagai cara, mulai dari memasang pagar plastik, membuat perangkap tradisional, hingga membangun rumah-rumah kecil di sawah untuk menarik burung hantu bersarang.

“Kami berharap burung hantu mau tinggal di rumah yang kami siapkan. Kalau ada yang bersarang, setiap malam mereka bisa bantu memangsa tikus,” ujar Pak Rahman, menunjukkan salah satu kandang burung hantu di tengah sawahnya.

Meski tantangan makin berat, harapan tak pernah padam. Petani Karawang masih berjuang menjaga sisa-sisa sawah yang ada, dengan harapan suatu hari nanti, pemerintah kembali berpihak pada mereka.

 

Kontributor (Penulis):
Burhan – Seorang warga Karawang yang juga merupakan guru di salah satu instansi pendidikan Kota Tangerang Selatan. Aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan isu-isu kesehatan masyarakat.

Penulis : Burhan, S.Pd.I

Editor : Rahmat Kurnia Lubis

Berita Terkait

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan
PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”
Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan
Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD
Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak
Dari Luka Bencana Menuju Harapan Baru: BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Warga Tapanuli Utara
Astra Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Lewat Penguatan Petani Kopi Garut
DPP NasDem Rampungkan SK Pengurus Kalsel, Saidi Mansyur Resmi Pimpin Banjar

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:12 WIB

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:30 WIB

PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:53 WIB

Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:30 WIB

Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD

Senin, 12 Januari 2026 - 10:33 WIB

Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak

Berita Terbaru