JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong penguatan kerja sama internasional di bawah kerangka BRICS sebagai respons atas kian kompleksnya tantangan global di sektor pangan, energi, dan perdagangan komoditas strategis.
Langkah ini mengemuka dalam Meeting of the BRICS Working Group on Food Markets yang digelar di Kairo, Mesir, pada 4–5 Februari 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa dan Anggota KPPU Budi Joyo Santoso. Forum ini sekaligus menandai satu dekade inisiatif riset persaingan usaha BRICS di sektor pangan global, serta membuka babak baru kerja sama melalui rencana joint market study terhadap perdagangan gandum dan komoditas pangan strategis dunia.
Studi bersama ini dirancang sebagai instrumen kebijakan berbasis riset untuk memetakan struktur pasar global, perilaku pelaku usaha, hambatan masuk, hingga potensi risiko konsentrasi dan asimetri informasi di sepanjang rantai nilai perdagangan komoditas. Kajian tersebut dilakukan tanpa langsung masuk ke ranah penegakan hukum formal, namun diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perumusan kebijakan persaingan usaha yang lebih tepat sasaran.
Dalam forum tersebut, negara-negara BRICS, termasuk Indonesia, menyoroti tantangan struktural yang semakin rumit dalam perdagangan komoditas pangan global. Konsentrasi pelaku usaha berskala internasional, integrasi vertikal yang kian dalam, finansialisasi perdagangan komoditas, hingga pemanfaatan platform digital dalam pengelolaan data dan transaksi dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga, ketahanan pasokan, serta posisi tawar negara berkembang dan konsumen.
Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menegaskan, kondisi tersebut menuntut kebijakan persaingan usaha yang lebih proaktif, adaptif, dan kolaboratif lintas yurisdiksi.
“Pasar pangan dan komoditas strategis saat ini sudah sepenuhnya bersifat global. Struktur pasar internasional secara langsung memengaruhi harga, pasokan, dan kesejahteraan nasional,” ujar Ifan, sapaan akrab Ketua KPPU, Senin (9/2/2026).
“Karena itu, kerja sama antarotoritas persaingan usaha di negara berkembang menjadi kunci untuk menjaga pasar tetap kompetitif, transparan, dan berkeadilan,” tambahnya.
Di sela rangkaian kegiatan Working Group, KPPU juga menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia, Andrey Tsiganov. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memulai proses penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan penguatan kerja sama kelembagaan di bidang persaingan usaha.
Kerja sama ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi riset kebijakan, serta pertukaran pengalaman dalam penegakan hukum persaingan usaha. Kesepakatan tersebut dilandasi pandangan bersama bahwa tantangan persaingan usaha di negara berkembang memiliki karakteristik tersendiri.
“Struktur pasar yang relatif terkonsentrasi, peran negara yang signifikan dalam perekonomian, serta dinamika sektor strategis seperti pangan dan energi menuntut pendekatan kebijakan persaingan usaha yang lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan,” kata Ifan.
Selain agenda bilateral, KPPU juga berdiskusi dengan lembaga think tank BRICS, yakni BRICS Competition Law and Policy Center. Dalam kesempatan itu, disepakati penyelenggaraan forum internasional di Indonesia pada Oktober 2026 yang akan mengangkat isu strategis sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi, serta dinamika perdagangan komoditas yang semakin terintegrasi secara global.
Kedua pihak juga menyepakati penguatan kerja sama penelitian dan capacity building guna memperkuat perumusan kebijakan persaingan usaha berbasis bukti (evidence-based policy).
Partisipasi aktif KPPU dalam berbagai forum BRICS ini mencerminkan peran Indonesia dalam mendorong tata kelola persaingan usaha global yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Melalui penguatan kerja sama internasional dan riset kebijakan, KPPU berharap dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus melindungi kepentingan pelaku usaha dan konsumen di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Penulis : amanda az
Editor : ameri













