RENTAK.ID – Deputi II Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Icthiarto, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan berwawasan kependudukan sekaligus pencegahan stunting.
“Pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi perilaku bertanggung jawab dapat memicu kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan. Karena itu, generasi muda harus dibekali nilai, pengetahuan, dan perencanaan hidup yang matang,” ujar Bonivasius saat memberikan Sosialisasi Remaja Peduli Kependudukan di Aula SMA Negeri 9 Manado, Kamis (28/9/2025), yang diikuti sekitar 200 siswa.
Dalam pemaparannya, Bonivasius menjelaskan bahwa isu kependudukan tidak hanya menyangkut jumlah, struktur, persebaran, dan mobilitas, tetapi juga kualitas penduduk serta kaitannya dengan kesejahteraan politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan lingkungan.
Ia juga mendorong sekolah untuk mengembangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang mengintegrasikan materi Bangga Kencana ke dalam pembelajaran, ekstrakurikuler, hingga bimbingan konseling.
“Dengan adanya SSK dan Pojok Kependudukan, siswa tidak hanya paham isu kependudukan, tapi juga mampu berperilaku berwawasan kependudukan serta berpartisipasi dalam mengatasi masalah di sekitarnya,” tambahnya.
Bonivasius turut memperkenalkan quick wins BKKBN yang menekankan pembangunan keluarga berbasis kualitas. Ia pun mengaku bangga bisa bertemu siswa SMA Negeri 9 Manado yang penuh semangat.
“Saya yakin, Indonesia bukan hanya menuju, tetapi akan benar-benar menjadi Indonesia Emas,” katanya optimistis, merujuk pada peluang bonus demografi yang tengah dialami Indonesia.
Pentingnya Sadar Kependudukan
Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan KB Provinsi Sulawesi Utara, Christodharma Sondakh, yang hadir mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, juga menegaskan pentingnya isu kependudukan dalam menyiapkan generasi emas 2045.
“Anak-anak dan remaja hari ini adalah arsitek masa depan bangsa. Bonus demografi akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan bijak. Karena itu, remaja harus disiapkan menjadi generasi unggul, produktif, dan sejahtera,” ujar Sondakh.
Ia menekankan pentingnya kesadaran sejak dini tentang kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan melalui program Generasi Berencana (GenRe). Remaja, kata dia, merupakan agen perubahan yang dapat menyuarakan pencegahan stunting, penolakan pernikahan dini, serta bahaya narkoba.
“Mari, isi masa muda dengan hal-hal positif dan prestasi yang memberi kontribusi nyata bagi negeri,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, beserta jajaran; Staf Khusus Gubernur Sulut Sarifuddin; Kepala Sekolah dan guru SMA Negeri 9 Manado, serta pimpinan organisasi terkait.(fhm)
Penulis : Zul
Editor : Ami












