JAKARTA – Gang-gang permukiman yang gelap pada malam hari menjadi sasaran program Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (PELITA) yang diinisiasi Kuda Biru Project. Program ini memanfaatkan energi matahari untuk menghadirkan penerangan gratis bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan program tersebut di Lapangan Voli Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) malam.
Dalam peresmian itu, tiga lampu tenaga surya dipasang untuk menerangi lapangan voli yang selama ini menjadi tempat warga berolahraga dan menggelar berbagai kegiatan bersama.
AHY mengatakan, keberadaan penerangan tersebut memungkinkan masyarakat, termasuk anak-anak, tetap beraktivitas hingga malam hari dengan lebih aman dan nyaman.
“Di lokasi lapangan voli ini berdiri tiga lampu untuk menerangi masyarakat yang berkegiatan. Banyak yang berolahraga di sini, termasuk anak-anak kita. Sore hingga malam hari, mereka kini bisa berolahraga dengan baik, lebih aman, dan tentunya nyaman buat semua,” ujar AHY.
Ia menjelaskan, lampu PELITA menggunakan teknologi tenaga surya yang menyerap dan menyimpan energi matahari pada siang hari. Energi tersebut kemudian digunakan untuk menyalakan lampu secara otomatis ketika hari mulai gelap.
Menurut AHY, penggunaan teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan penerangan lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan energi bersih.
“Ini juga bisa dikatakan energi yang bersih karena langsung dengan matahari. Ini adalah masa depan kita,” katanya.
Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana, menjelaskan PELITA merupakan salah satu proyek kemanusiaan yang digagas AHY. Program ini dirancang untuk menghadirkan bantuan penerangan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Berawal dari satu titik di Jakarta Barat, program tersebut kini telah berkembang menjadi 25 titik penerangan. Jangkauannya meliputi Jakarta, Kepulauan Seribu, Bogor, Bekasi, Depok, hingga Tangerang Selatan.
“Kalau selama ini kami memberikan bantuan sosial kepada warga prasejahtera, kami juga ingin memberikan bantuan penerangan yang nyata dan berkelanjutan. Aman, gratis, tanpa listrik PLN, karena sumber energinya berasal dari matahari,” ujar Merry.
Ia berharap setiap titik pemasangan lampu dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan rasa aman ketika beraktivitas maupun saat pulang ke rumah pada malam hari.
AHY pun berharap PELITA terus diperluas, terutama untuk menjangkau gang-gang sempit dan kawasan permukiman yang masih minim penerangan. Fasilitas olahraga dan ruang publik yang membutuhkan pencahayaan juga menjadi sasaran pengembangan program tersebut.
Menurutnya, penerangan lingkungan merupakan salah satu kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya warga yang berangkat bekerja sejak subuh atau baru kembali ke rumah pada malam hari.
Penulis : guntar
Editor : ami






