PEKANBARU – Dalam semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP) Provinsi Riau menggelar aksi tanam pohon buah-buahan di kawasan Okura, Pekanbaru, Sabtu (4/5/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan pengurus baru dan peresmian dua lembaga pendidikan baru: Sekolah Qur’an dan Sekolah Kreatif.
“Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen kami terhadap pendidikan berkelanjutan dan lingkungan yang lestari,” ujar Ketua FPPDP Riau, Prawira Mahardika, S.Pd., pada media, Selasa (6/5/2025).
Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal menuju terwujudnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap alam.
Puluhan pengurus FPPDP Riau terlihat antusias menanam pohon di lahan sekolah yang tengah dibangun. Dari pantauan di lapangan, pembangunan kedua sekolah tersebut sudah mencapai progres 85 persen. Lahan yang digunakan berada di kawasan pengembangan Okura yang dikenal dengan suasana asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
“Kami sedang mempersiapkan peresmian sekolah sekaligus pelantikan pengurus baru pada Juli mendatang. Dalam momentum itu, akan ada panen semangka, peluncuran bibit ikan, dan penanaman jagung,” kata Prawira. Ia menyebutkan kegiatan itu dirancang sebagai bentuk konkret pendidikan berbasis alam, karakter, dan kewirausahaan.
Sekolah Qur’an akan difokuskan pada pembentukan karakter islami dan penguasaan ilmu agama, sementara Sekolah Kreatif akan mengintegrasikan kurikulum akademik dengan pendidikan seni, teknologi, serta kewirausahaan untuk mendorong tumbuhnya generasi muda yang inovatif.
“Kami bermimpi anak-anak Riau bisa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga punya kepedulian, kreativitas, dan keterampilan hidup yang kuat,” tambahnya.
Kehadiran kedua sekolah ini disambut positif oleh masyarakat setempat, mengingat minimnya lembaga pendidikan alternatif yang mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang menyeluruh—agama, akademik, dan keterampilan hidup. ***













