Festival Blora Seabad Pramoedya Ananta Toer Digelar, Fadli Zon Ajak Generasi Muda Berperan Melalui Menulis

- Penulis

Minggu, 9 Februari 2025 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer, Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Festival Blora Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora pada Kamis, 6 Februari 2025.

Acara yang penuh makna ini menampilkan beragam kegiatan kebudayaan, termasuk dialog, peresmian patung, pemutaran film, dan pementasan seni, sebagai penghormatan atas kontribusi besar Pramoedya dalam dunia sastra Indonesia dan dunia.

Diketahui, Pramoedya Ananta Toer telah banyak melahirkan karya-karya seperti Bumi Manusia, Gadis Pantai, dan Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang berkontribusi pada perkembangan sastra di Indonesia.

Fadli Zon juga menegaskan pentingnya menulis sebagai karya yang abadi dalam sejarah dan peradaban.

“Saya sangat sepakat dengan apa yang pernah ditulis Pram yaitu “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, maka ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah”. Hal ini mengajarkan kepada kita semua, terutama generasi muda, bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian dan orang yang tidak menulis maka akan hilang dari peradaban,” ungkap Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas Pramoedya sebagai tokoh yang memberikan inspirasi dalam perjalanan kesusasteraan tanah air, bahkan dunia. Ia berharap, warisan tak ternilai yang dituliskan Pramoedya Ananta Toer melalui karya-karyanya dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh pihak dan secara lebih luas berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Fadli juga berkunjung ke Blora Art Space dan meresmikan pameran patung dan sketsa Pramoedya Ananta Toer sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Seabad Pramoedya Ananta Toer yang menampilkan berbagai karya seni rupa modern yang menggambarkan perjalanan Pramoedya.

“Pram telah mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat melalui cerita yang mendalam dan penuh makna tentang perjuangan, kemanusiaan, serta identitas bangsa dalam berbagai tulisannya. Karya-karya Pram bukan hanya sekadar buku, melainkan sebuah cermin dari perjalanan bangsa Indonesia yang penuh liku yang saya rasa dapat menjadi inspirasi kita semua,” pungkas Fadli. (***)

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor
Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A
Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan
Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah
Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A

Jumat, 25 September 2026 - 14:01 WIB

Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan

Rabu, 9 September 2026 - 07:51 WIB

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru