JAKARTÀ – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sejumlah fenomena atmosfer yang diperkirakan akan mempengaruhi pola cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan.
Fenomena ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah, terutama di bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan, “Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini masih berada di fase 5 dan aktif bergerak melintasi wilayah Indonesia, dari barat ke timur.
Selain itu, gelombang Rossby, gelombang Kelvin, dan aktivitas Low Frequency turut memicu pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah.”
BMKG juga memantau adanya potensi pembentukan bibit siklon tropis di selatan Jawa dan di sekitar Laut Natuna-Laut Andaman. Menurut Dwikorita, kombinasi fenomena-fenomena ini memperkuat potensi hujan lebat di banyak wilayah.
“Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah,” ujarnya dalam konferensi pers pada Minggu, 15 Desember 2024.
BMKG memprediksi hujan intens akan terjadi selama periode 13-20 Desember 2024 di beberapa wilayah Indonesia. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:
- Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
- Jawa dan Bali: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan D.I. Yogyakarta.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
- Maluku dan Papua: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat mencakup:
- Sumatera: Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.
- Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara: Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
- Sulawesi: Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
- Maluku dan Papua: Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di daerah rawan bencana.
“Kami meminta masyarakat untuk memastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih agar aliran air tidak tersumbat. Selain itu, hindari aktivitas di daerah rawan longsor dan banjir, serta siapkan perlengkapan darurat seperti senter, perbekalan, dan dokumen penting,” tegas Dwikorita.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG. “Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” pungkasnya. ***













