Erupsi Gunung Ruang Tutup Operasional Bandara Samratulangi, Penumpang Harapkan Kompensasi

- Penulis

Kamis, 18 April 2024 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Samratulangi. (dok. Kemnenhub)

Bandara Samratulangi. (dok. Kemnenhub)

RENTAK.ID, MANADO – Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, memaksa penutupan sementara Bandara Samratulangi di Manado. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bahaya akibat sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menyatakan bahwa penutupan operasional bandara dilakukan setelah pihaknya memantau situasi Gunung Ruang.

“Kami harus melakukan penutupan operasional penerbangan Bandara Samratulangi karena sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” ujarnya,Kamis (18/4/2024).

Penutupan ini berlaku dari tanggal 17 April pukul 19.26 WITA hingga 18 April pukul 19.26 WITA, sebagaimana informasi dari ASHTAM nomor VAWR7240. Selama penutupan, pihak berwenang akan terus memantau perkembangan situasi Gunung Ruang dan dampaknya terhadap bandara-bandara di sekitar.

Ambar juga menegaskan bahwa situasi ini merupakan force majeure, meminta pengertian dari masyarakat terkait keterlambatan dan pembatalan penerbangan. Hingga saat ini, 5 keberangkatan dan 4 kedatangan terdampak dengan status delay, cancel, dan divert.

Bagi penumpang yang telah membeli tiket, Ambar menghimbau kepada maskapai penerbangan untuk memberikan kompensasi seperti full refund, reschedule, atau re-route ke bandara terdekat jika masih tersedia kursi. Langkah ini diharapkan dapat membantu penumpang yang terdampak penutupan bandara.

Terkait penanganan erupsi gunung dan dampak abu vulkanik terhadap operasi keselamatan penerbangan, Ditjen Hubud telah menerbitkan Surat Edaran dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk menetapkan tata cara dan prosedur penanganan. Koordinasi dengan stakeholder terkait akan terus dilakukan untuk mengambil langkah-langkah demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi dan persiapan dalam menghadapi ancaman alam yang tak terduga, menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasi penerbangan.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru