DPR Tegaskan Siap Bahas RUU Perampasan Aset, Ahmad Irawan: “DPR Berani, Tapi Harus Konstitusional”

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Irawan (dok. pribad/fbi)

Ahmad Irawan (dok. pribad/fbi)

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, menegaskan bahwa DPR tidak menghindar dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Ia menolak anggapan bahwa parlemen tidak berani mengesahkan regulasi yang selama ini dinilai penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

“DPR nggak berani? Siapa bilang nggak berani? DPR berani. DPR berani itu. Kenapa belum? Nah itu yang harus dijelaskan,” tegas Irawan dalam acara “Minta Jatah Preman” Rp 7 M, Gubernur Riau Tersangka di Kompas TV, Kamis malam (6/11/2025).

Menurutnya, lambatnya pembahasan RUU Perampasan Aset bukan karena kurang keberanian, melainkan karena terdapat prinsip dasar konstitusional yang harus dijaga.

“Yang paling utama yang kami pertimbangkan dari era perampasan aset tersebut adalah pendekatan in rem, pendekatan aset. Ada satu ketentuan konstitusional yang harus kita jaga, bahwa hak milik itu adalah hak konstitusional yang wajib dilindungi,” ujarnya.

Irawan menekankan bahwa mekanisme penyitaan atau perampasan aset harus memiliki sistem yang akuntabel dan transparan. Tujuannya mencegah potensi penyalahgunaan di masa depan.

“Jangan sampai justru kita membangun satu sistem, tapi potensi penyalahgunaannya tinggi. Pendekatan aset yang masuk dalam konsep RUU perampasan aset ini harus dibahas secara jernih,” katanya.

Mulai Dibahas Januari 2026

Irawan menyebut, era perampasan aset sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025. Namun, sisa masa sidang DPR tahun ini dinilai tidak lagi memungkinkan untuk memulai pembahasan.

“Masa sidang ini tinggal sekitar 21 atau 23 hari. Target kami, di bulan Januari, masa sidang Januari, kita sudah mulai pembahasan era perampasan aset itu,” jelasnya.

Sementara itu, DPR menargetkan pengesahan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pada Desember 2025, sebagai prasyarat diberlakukannya KUHP baru yang mulai efektif pada Januari 2026.

“Salah satu poin penting dalam RUU KUHAP ini adalah peletakan Wewenang Negara Kumulatif (WNK) terkait upaya paksa. Penyitaan aset itu bagian dari upaya paksa. Jadi kepolisian, kejaksaan, pengadilan, semuanya harus siap dengan perangkatnya,” ucap Irawan.

Dengan perangkat hukum dan teknis yang tepat, ia meyakini pemberantasan korupsi, termasuk penelusuran serta penyitaan aset hasil kejahatan, akan menjadi lebih efektif.

“Targetnya kapan? Januari tahun depan kita mulai pembahasan. Prolegnas-nya sudah masuk,” tutup Irawan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB