Distribusi Gas Elpiji 3 Kg di Kota Bogor Masih Belum Stabil, Warga Kesulitan Mendapatkan Pasokan

- Penulis

Kamis, 6 Februari 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrian Gas LPG 3 Kg. (foto. tangerangpedia.com)

Antrian Gas LPG 3 Kg. (foto. tangerangpedia.com)

BOGOR – Meskipun aturan wajib beli gas elpiji 3 kg di agen dan pangkalan telah dicabut, distribusinya ke warung pengecer di Kota Bogor masih belum sepenuhnya normal. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi ini karena stok di warung-warung pengecer masih terbatas.

Pantauan di lapangan pada Selasa (4/1/2025) menunjukkan beberapa warung pengecer masih belum menjual gas elpiji 3 kg. Bahkan, antrean panjang terlihat di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Cifor dan pangkalan gas di Jalan Merdeka.

Di kawasan lain, seperti Jalan Taman Cimanggu, Tentara Pelajar, Pemuda, dan Kebon Pedes, banyak warung yang belum kembali beroperasi menjual gas elpiji. Namun, di pangkalan Taman Cimanggu, tampak pasokan baru saja tiba.

Lala, seorang pemilik warung di Jalan Cempaka, mengaku belum menjual gas elpiji meskipun stok masih tersedia. “Lagi susah-susah, gas elpiji gak dijual dulu,” katanya. Ia mengaku belum mengetahui bahwa kini warung sudah diperbolehkan kembali menjual gas elpiji.

Sementara itu, seorang pedagang di Kebon Pedes mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menghentikan penjualan gas elpiji.

Meski begitu, ia menyadari bahwa antrean pembelian gas elpiji terjadi di beberapa tempat. “Mungkin karena mau naik harganya, jadi gasnya jadi langka. Biasa seperti itu,” ungkapnya.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan distribusi gas elpiji 3 kg benar-benar kembali normal. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menstabilkan pasokan agar mereka tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar utama untuk kebutuhan rumah tangga. (***)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: radarbogor.jawapos.com

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru